Kemendikdasmen Tegaskan MBG Investasi Jangka Panjang

  • 19 Feb 2026 10:11 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mengawal mutu pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti saat peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampus 4 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dikutip dari kemendikdasmen.go.id.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan strategis nasional yang dirancang sebagai investasi jangka panjang pembangunan manusia. “Program Makan Bergizi Gratis yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto merupakan investasi jangka panjang pembangunan manusia Indonesia. Kita sedang menyiapkan generasi 2045, yakni mereka yang hari ini masih berada di bangku PAUD, SD, SMP, SMA, bahkan yang masih dalam kandungan, agar tumbuh sehat, cerdas, dan kuat secara fisik maupun mental,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

Abdul Mu’ti menambahkan pemenuhan gizi pada fase penting pertumbuhan merupakan kunci peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus pencegahan stunting. “Pemenuhan gizi sejak masa kehamilan, masa emas usia dini, hingga masa pertumbuhan harus dijaga mutunya. SPPG tidak hanya memastikan anak-anak kenyang, tetapi memastikan asupan gizinya seimbang, aman, dan berdampak bagi tumbuh kembang mereka,” ujarnya..

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sanjaya, menyampaikan MBG merupakan intervensi nyata negara yang dijalankan melalui kerja bersama lintas sektor dan masyarakat. “Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar membagikan makanan, tetapi langkah besar untuk mengubah cara pandang bangsa terhadap gizi. Anak-anak hari ini tidak lagi makan asal kenyang, tetapi makan dengan gizi seimbang seperti karbohidrat, protein, serat, dan vitamin yang disiapkan sejak dini,” ujarnya.

Menurut Sony Sanjaya, MBG telah menjangkau puluhan juta peserta didik dengan dukungan jutaan relawan dan puluhan ribu SPPG di berbagai daerah. Ia menekankan bahwa kritik dan masukan publik menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan.

“Ini adalah kerja bersama. Setiap masukan adalah koreksi agar pelayanan gizi semakin baik, karena yang sedang kita siapkan adalah masa depan bangsa,” tambahnya.

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menyampaikan kehadiran SPPG memberi dampak langsung bagi pembangunan manusia di daerah. “Hari ini kita tidak sekadar meresmikan sebuah bangunan, tetapi sebuah gerakan. Gerakan untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat, ibu hamil mendapat asupan yang baik, dan masa depan Sumatera Utara disiapkan sejak hari ini,” ujarnya.

Surya menambahkan Program MBG juga mendorong perputaran ekonomi lokal melalui pemanfaatan bahan pangan dari petani, nelayan, dan pelaku UMKM setempat. Untuk memastikan dampak tersebut benar-benar dirasakan di lapangan, pengawalan mutu MBG dijalankan secara disiplin melalui kerja harian di dapur SPPG, mulai dari pemilihan bahan pangan, proses pengolahan, hingga pendistribusian ke sekolah-sekolah penerima manfaat.

Pengawalan mutu tersebut dijalankan oleh para pekerja lapangan di SPPG UMSU. Tegardo, pengawas pemeliharaan dan pengantaran SPPG UMSU, menjelaskan bahwa seluruh proses pengolahan makanan dilakukan dengan standar operasional yang ketat. “Setiap hari kami bekerja dengan Prosedur Operasional Standar yang jelas. Semua petugas menggunakan alat pelindung diri, bahan pangan ditimbang dan dibersihkan, lalu diolah sesuai jadwal. Makanan dimasak dini hari, didinginkan, dikemas, dan didistribusikan pagi hari agar anak-anak bisa sarapan sebelum belajar. Ini adalah tanggung jawab untuk memastikan makanan yang diterima aman dan bergizi,” ujarnya.

Kerja nyata di lapangan tersebut menjadi cerminan Program Makan Bergizi Gratis dijalankan secara menyeluruh mulai dari kebijakan nasional hingga implementasi teknis di daerah. Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk terus mengawal mutu MBG melalui penguatan standar layanan SPPG, pengawasan berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor bersama Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat.

Dengan pengawalan mutu yang konsisten, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya menjangkau lebih luas, tetapi juga memberi dampak nyata bagi tumbuh kembang peserta didik, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....