Presiden Prabowo Komit Efisiensi Anggaran dan Pemberantasan Korupsi
- 15 Feb 2026 13:07 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah melakukan efisiensi anggaran secara besar-besaran, memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, serta mendorong pembangunan nasional yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan arahan dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Jakarta, dikutip dari ekon.go.id.
Presiden Prabowo menyampaikan, tahun pertama pemerintahannya, negara berhasil melakukan penghematan anggaran lebih dari Rp300 triliun. Dana hasil efisiensi tersebut dialihkan untuk mendukung program-program produktif, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Dalam kebijakan fiskal, saya sudah buktikan bahwa kita bisa melaksanakan efisiensi, penghematan yang sangat besar. Di tahun pertama pemerintahan kita, kita telah menghemat uang dari anggaran kita sendiri sangat besar, Rp300 triliun lebih penghematan kita,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menjelaskan penghematan dilakukan dengan memangkas belanja yang dinilai tidak produktif, seperti perjalanan dinas luar negeri, kegiatan seremonial, seminar, hingga kajian yang berlebihan. Menurut Presiden Prabowo, langkah tersebut memungkinkan pemerintah untuk lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar rakyat dan percepatan pembangunan infrastruktur.
| Baca juga: Pemerintah Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional |
“Kajian-kajian, analisa-analisa, sudah tidak perlu terlalu banyak kajian dan analisa. Kita sudah tahu masalahnya. Kekurangan infrastruktur, lakukan. Desa perlu jembatan, buat. Rakyat lapar, cari pangan. Tidak usah terlalu banyak analisa,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya menutup kebocoran anggaran dan meningkatkan kinerja pengelolaan aset negara, serta mengapresiasi kinerja Danantara yang dalam waktu kurang dari satu tahun telah mencatatkan hasil efisiensi dan reformasi hingga empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. “Saya dapat laporan sementara, hasil daripada efisiensi Saudara, reformasi Saudara sudah melahirkan hasil 4 kali lipat daripada tahun 2024. Ini luar biasa, tapi harus terus dikejar,” ungkap Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menetapkan target tingkat pengembalian aset (return on asset) di atas 8 persen. Presiden mendorong seluruh jajaran Kementerian/Lembaga untuk meningkatkan kinerja pengelolaan aset negara agar mampu melampaui target tersebut sebagai bagian dari upaya optimalisasi kontribusi aset terhadap perekonomian nasional.
Presiden Prabowo menegaskan komitmen memberantas korupsi di seluruh lini pemerintahan dan dunia usaha. Presiden menekankan bahwa tidak boleh ada kompromi dalam penegakan hukum, namun tetap menjunjung tinggi keadilan.
“Korupsi masih terlalu banyak. Kita harus habiskan korupsi dari bumi Indonesia. Segala kebocoran, segala penyelewengan, segala manipulasi, semua. Semua tingkatan. Tidak ada kompromi. Kita harus tegakkan hukum dengan baik. Tapi tidak boleh ada miscarriage of justice,” tutur Presiden Prabowo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....