Kolaborasi Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah

  • 14 Feb 2026 14:46 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif memperkuat rencana aksi pengembangan ekonomi kreatif dari daerah melalui pertemuan dengan Indonesia Creative Cities Network (ICCN). Pembahasan termasuk tentang sinergi program pemerintah dengan jejaring kota kreatif dalam memperkuat pengembangan ekonomi kreatif.

Hal itu dikatakan Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam audiensi di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta dikutip dari ekraf.go.id. “Kami melihat ICCN telah menjadi mitra strategis dari kementerian, karena passion dan keseriusan dari pengurusnya, baik pusat hingga daerah. Memang mencerminkan pemahaman, tidak hanya sekadar euforia saja tetapi pemahaman yang bisa ditransformasikan ke dalam data,” ujarnya.

Menteri Ekraf Teuku Riefky menambahkan, dengan sebaran anggota yang luas, ICCN diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program kementerian di berbagai wilayah. Pendekatan berbasis data dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam memperkuat daya saing ekonomi kreatif daerah.

Sementara itu Ketua Umum ICCN TB. Fiki C. Satari menyampaikan organisasi yang kini telah hadir di 38 provinsi dengan 113 pengurus dan 628 tim korda tersebut memiliki enam kedeputian yang diselaraskan dengan klaster program kerja Kementerian Ekraf. ICCN juga mengembangkan platform data bernama Kompas Navigasi untuk mendukung perumusan kebijakan pusat dan daerah.

“Kompas Navigasi Kebijakan Ekonomi Kreatif ini bertujuan memetakan potensi, tantangan, serta karakteristik setiap kabupaten dan kota. Peta ini menavigasi pemerintah dan pemangku kepentingan mengenai siapa melakukan apa, bagaimana, dan kapan, termasuk jenis intervensi yang dibutuhkan dari sisi SDM, insentif, riset, maupun kebijakan,” jelas Fiki.

Melalui Kompas Navigasi Kebijakan Ekonomi Kreatif, ICCN merekomendasikan rencana aksi untuk transformasi melalui: penguatan fondasi ekosistem, akselerasi kuadran PRIMA (Arsitektur, DKV, Periklanan, Seni Pertunjukan), intervensi terfokus kuadran potensial dan berkembang serta transformasi kuadran tertinggal (Kuliner, Kriya, Fesyen). Melalui penguatan kemitraan dengan ICCN, Kementerian Ekraf menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang terintegrasi, berbasis data, dan berkelanjutan, guna mendorong pertumbuhan ekonomi dari daerah hingga tingkat nasional.

Dalam audiensi tersebut, ICCN memaparkan berbagai inisiatif yang selaras dengan agenda Kementerian Ekraf, khususnya dalam mendukung implementasi kebijakan di daerah. Kehadiran ICCN sebagai mitra strategis dinilai mampu memperluas jangkauan program kementerian melalui jaringan anggota yang tersebar di berbagai provinsi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....