Mendikdasmen Dukung Integrasi Kurikulum Anti Narkoba

  • 13 Feb 2026 22:26 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Surabaya - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam memproteksi masa depan generasi muda melalui penguatan karakter di lingkungan sekolah. Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat menghadiri peluncuran program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) dalam rangka Ananda Bersinar yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Kamis 12 Februari 2026 dikutip dari Kemendikdasmen.go.id.

Menteri Abdul Mu’ti mengatakan, program IKAN merupakan inisiatif kolaboratif dalam payung kerja sama antara BNN dan Kemendikdasmen untuk membentengi masa depan anak bangsa. Menteri Mu’ti menegaskan Kemendikdasmen berkomitmen penuh mendukung program ini sebagai bagian dari implementasi Asta Cita Presiden RI, khususnya poin keempat dan ketujuh.

Ia memandang sekolah harus menjadi oase yang aman bagi tumbuh kembang anak secara utuh. "Program ini merupakan langkah nyata dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan BNN untuk membangun lingkungan dan budaya sekolah yang bersih dari narkoba," ujar Menteri Mu’ti.

Menteri Mu’ti menambahkan, program IKAN sejalan dengan program kebijakan kementerian yakni 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) serta visi Presiden untuk membangun budaya ASRI (Aman, Sehat, Ramah, dan Indah). Sekolah yang aman dan nyaman, menurut Mu'ti, tidak hanya bebas dari kekerasan fisik, tetapi juga terlindungi dari perilaku yang merusak fisik, mental, hingga spiritual murid.

Kemendikdasmen akan memperkuat program ini melalui pelatihan guru serta aktivasi peran murid lewat organisasi siswa (OSIS) dan kegiatan ekstrakurikuler. Langkah ini bertujuan agar nilai-nilai antinarkoba tidak berhenti sebagai teori, melainkan menjadi gaya hidup.

"Kami ingin mengintegrasikan pemahaman dan sikap agar murid kita berhati-hati terhadap bahaya narkotika, serta membangun budaya hidup positif agar menjadi generasi yang kuat secara jasmani dan memiliki spiritualitas yang kokoh," pungkas Menteri Mu’ti.

Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menjelaskan program IKAN merupakan bagian dari transformasi aksi nasional BNN untuk menciptakan "Indonesia Bersinar" (Bersih Narkoba). Ia memberikan apresiasi tinggi kepada Kemendikdasmen dan UNESA atas percepatan kurikulum ini yang kini menyasar murid mulai tingkat TK hingga SMA.

"Kegiatan atau kurikulum integrasi antinarkoba ini akan diakselerasi ke seluruh sekolah di Indonesia. Mata pelajarannya masuk ke subjek yang sudah ada, seperti Biologi, Matematika, dan lainnya, sehingga tidak mengganggu atau menambah beban anak-anak kita," jelas Suyudi.

Suyudi berharap melalui pemahaman sejak dini, para murid sebagai calon pemimpin bangsa tidak terjerumus ke dunia narkoba yang mengancam kecerdasan dan kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....