Indonesia-RRT Sepakati Percepatan Investasi
- 07 Feb 2026 14:48 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sepakat membuat terobosan baru mengakselerasi realisasi investasi dan perdagangan antara kedua negara melalui skema kerja sama Two Countries, Twin Parks(TCTP). Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan Joint Working Committee TCTP ke-3 di Gedung Ali Wardhana, Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta dikutip dari ekon.go.id.
Melalui TCTP, kedua negara berkomitmen untuk mengembangkan kawasan industri terintegrasi yang saling melengkapi, memperkuat keterhubungan rantai pasok, serta memfasilitasi alih teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kerja sama TCTP ini merupakan langkah pragmatis untuk mengimplementasikan konsensus kedua kepala negara dalam mendorong peningkatan investasi, perdagangan, dan sinergi industri.
“Yang terpenting fokus pada implementasi dan pelaksanaan nyata dari perjanjian investasi yang telah disepakati agar memberikan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas manufaktur, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Menko Airlangga.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Bidang Perekonomian Ali Murtopo Simbolon dalam pertemuan tersebut mengungkapkan, salah satu terobosan utama dalam pertemuan ini yakni kesepakatan untuk mempercepat pembentukan usaha patungan atau Joint Venture sebagai fondasi bisnis yang kokoh. Fokus utama saat ini adalah merampungkan kerja sama strategis antara Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dengan raksasa konstruksi dan investasi global, China State Construction Engineering(CSCEC).
"Skema Joint Venture ini bukan sekadar investasi modal, tetapi diarahkan untuk memastikan terjadinya alih teknologi, penguatan tata kelola kawasan berstandar internasional, serta peningkatan nilai tambah ekonomi bagi Indonesia," ungkap Deputi Ali.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Indonesia juga mengusulkan perluasan cakupan kerja sama dengan memasukkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. Masuknya Tanjung Lesung diharapkan dapat mendiversifikasi portofolio investasi TCTP, membuka peluang baru di sektor pariwisata, serta pengembangan industri kreatif dan pengolahan berbasis maritim.
“Optimisme dan semangat besar mewarnai masa depan kerja sama Indonesia dan China melalui TCTP. Di tengah dinamika ekonomi global, kolaborasi yang dilandasi saling percaya, saling melengkapi, dan saling menguntungkan menjadi kunci untuk mencapai pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” tutur Deputi Ali.
Direktur Jenderal Departemen Perdagangan Provinsi Fujian, Hang Dong, memberikan tawaran khusus bagi dunia usaha Indonesia untuk mendirikan kantor pusat regional di Kawasan Industri China. “Kami mengundang perusahaan Indonesia untuk mendirikan kantor pusat regional di kawasan industri China. Kami berkomitmen memberikan dukungan kebijakan penuh bagi ekspansi bisnis Indonesia di Tiongkok,” ujar Hang Dong.
Di sisi lain, Pemerintah RRT mengatakan, skema TCTP telah menunjukkan hasil nyata. Hingga saat ini, tercatat 18 proyek investasi dua arah dengan nilai total lebih dari RMB32,8 miliar. Indikator keberhasilan lainnya terlihat dari masuknya produk unggulan Indonesia, seperti kelapa segar dan durian beku, ke pasar Tiongkok melalui pelabuhan Fuzhou, serta beroperasinya proyek tekstil Honggang.
Pemerintah Provinsi Fujian, RRT juga menyoroti bahwa nilai perdagangan Fujian-Indonesia terus tumbuh positif dalam tiga tahun terakhir, dan menempatkan Indonesia sebagai mitra dagang terbesar Fujian di ASEAN.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....