Negara Pantai Samudra Hindia Perkuat Tata Kelola Tuna

  • 03 Feb 2026 09:59 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Badung - Pertemuan ke-30 Coastal States Alliance (CSA) digelar di Bali dengan menghadirkan perwakilan negara-negara pantai di kawasan Samudra Hindia untuk memperkuat kerja sama pengelolaan sumber daya perikanan, khususnya komoditas tuna, secara adil dan berkelanjutan. Pertemuan yang berlangsung di Padma Resort, Legian, Jumat 30 Januari 2026, menjadi forum penting dalam memperjuangkan kepentingan negara-negara pantai dalam kerangka kerja Indian Ocean Tuna Commission (IOTC).

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Komjen Pol (Purn) Lotharia Latif, mengatakan pertemuan CSA merupakan agenda rutin yang mempertemukan 12 negara pantai untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan sektor perikanan dan kelautan.

“Ini pertemuan rutin ke-30 negara-negara pantai yang bertujuan meningkatkan kerja sama dalam bagaimana melindungi dan menjaga keberlanjutan perikanan dan kelautan, khususnya di kawasan Samudra Hindia,” ujarnya.

Ia menjelaskan pertemuan tersebut merupakan kolaborasi berbagai pihak yang mempersiapkan posisi bersama negara-negara pantai dalam forum IOTC, terutama terkait pengelolaan sumber daya ikan yang bermigrasi jauh dan dimanfaatkan lintas negara. Sementara itu, Ketua CSA Prof. Indra Jaya menjelaskan, CSA dibentuk sebagai platform bersama bagi negara-negara pantai di Samudra Hindia untuk memperjuangkan hak pemanfaatan sumber daya perikanan yang berada di wilayah mereka. 

Menurutnya, ikan tuna sebagai komoditas utama memiliki karakter bermigrasi jauh sehingga penangkapannya tidak hanya dilakukan negara pantai, tetapi juga negara lain yang beroperasi di kawasan tersebut. “Negara-negara pantai berupaya membangun platform bersama agar bisa efektif memperjuangkan hak-hak yang semestinya dimiliki dalam pemanfaatan sumber daya perikanan,” kata Prof. Indra.

Ia menegaskan bahwa pertemuan ke-30 ini digelar untuk membahas berbagai isu strategis pengelolaan perikanan. Salah satu capaian penting yang telah diraih adalah adanya kesamaan persepsi bahwa negara pantai memiliki hak berdaulat dalam memanfaatkan sumber daya ikan di wilayah teritorial maupun akses di wilayah lepas pantai.

Prof. Indra juga menjelaskan, pembahasan CSA mencakup seluruh jenis tuna yang berada di kawasan Samudra Hindia. “Semua jenis tuna yang ada di Indian Ocean, sekitar 16 spesies, menjadi bagian pembahasan dalam kerangka IOTC,” jelasnya.

Melalui pertemuan ini, negara-negara anggota CSA diharapkan mampu memperkuat posisi bersama dalam memastikan pengelolaan perikanan yang adil, berkelanjutan, serta memberikan manfaat optimal bagi negara-negara pantai di kawasan Samudra Hindia.

 

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....