Kemitraan Ritel Dorong UMKM Perkuat Ekonomi Nasional
- 27 Jan 2026 16:21 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Bogor - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan keterlibatan pengusaha UMKM dalam jaringan toko ritel mampu menciptakan nilai ekonomi yang signifikan, dengan potensi transaksi mencapai Rp5,65 triliun per tahun. Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik pada Pesta Retail 2026 di Bogor, Senin 26 Januari 2026 dikutip dari umkm.go.id menyampaikan, keberadaan toko ritel menjadi penggerak ekonomi rakyat sekaligus memperkuat kemandirian jutaan keluarga Indonesia.
“SRC hadir sebagai program strategis dan krusial. SRC tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga membuka akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas manajerial, serta menghubungkan pengusaha UMKM dengan ekosistem digital untuk memperluas peluang pasar,” ujar Riza Damanik.
Berdasarkan data PT HM Sampoerna, lebih dari 250 ribu toko kelontong di seluruh Indonesia telah bergabung dalam SRC, didukung oleh 6 ribuan mitra yang tergabung dalam 10 ribu paguyuban. Jaringan toko ini mencatat omzet lebih dari Rp236 triliun per tahun, atau meningkat sekitar 42 persen sejak bergabung dengan SRC. Riza Damanik menilai capaian tersebut menunjukkan pentingnya dukungan pemberdayaan yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan agar pengusaha UMKM semakin berdaya saing.
Ia menambahkan, keterlibatan toko ritel SRC turut berkontribusi menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga dan menyediakan lapangan kerja bagi jutaan masyarakat. “Data menunjukkan, 77 persen toko SRC berhasil menambah jenis usaha, sementara 51 persen di antaranya menyerap tenaga kerja, sehingga menciptakan peluang kerja di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Riza Damanik mengatakan, untuk memperkuat kemandirian pengusaha UMKM dan toko ritel, Kementerian UMKM terus menjalankan sejumlah program strategis, antara lain integrasi satu data melalui SAPA UMKM, penguatan ekosistem kewirausahaan lewat Entrepreneur Hub, formalisasi usaha melalui perizinan dan sertifikasi, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta perluasan akses pasar melalui jaringan kemitraan dan pemanfaatan infrastruktur publik. “Kami mengapresiasi PT HM Sampoerna Tbk. atas komitmen dan kontribusinya dalam membangun ekosistem UMKM yang tangguh. Kepada seluruh Mitra SRC dan pengusaha toko kelontong sebagai pahlawan ekonomi bangsa, teruslah berkarya, belajar, dan berkolaborasi dengan semangat kebersamaan,” tutur Riza Damanik.
Sementara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan komunitas ritel seperti SRC memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional dengan nilai aktivitas ekonomi mencapai Rp23.000 triliun. Sebanyak 250.000 toko ritel yang tergabung dalam SRC juga disebut mampu menyerap sekitar 1 juta tenaga kerja serta menghidupi 4 juta keluarga, sehingga berkontribusi sekitar 2 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Ekonomi Indonesia tetap resilien karena peran toko ritel. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan sektor ritel sebagai bagian dari pemerataan ekonomi,” kata Airlangga.
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk., Ivan Cahyadi, menambahkan toko ritel berperan penting dalam memperkuat pengusaha UMKM dan ekonomi nasional melalui pendampingan yang konsisten dan adaptif, mencakup penguatan keterampilan bisnis, manajemen usaha, serta literasi digital yang terintegrasi. “Dampak positif juga diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah, BUMN, dan sektor swasta dalam membangun ekosistem terintegrasi, mulai dari penguatan akses pangan, layanan keuangan, logistik, hingga konektivitas digital,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....