Mengenal Tanaman Jonghe, Gulma Liar Kaya Manfaat Kesehatan
- 09 Sep 2026 14:58 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Tanaman jonghe atau yang sering dikenal dengan sebutan tempuh wiyang kini semakin menarik perhatian masyarakat luas. Tumbuhan liar yang kerap dianggap gulma ini ternyata menyimpan beragam potensi pengobatan herbal yang luar biasa.
Secara ilmiah, tanaman jonghe memiliki nama latin Emilia sonchifolia dan tumbuh subur di wilayah tropis. Keberadaannya sangat mudah dijumpai di pekarangan rumah, tepi jalan, maupun area persawahan yang lembap.
Tanaman herbal ini memiliki ciri khas bunga berwarna merah muda hingga keunguan yang berbentuk silindris. Daunnya yang berwarna hijau pekat sering dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat sebagai bahan lalapan segar.
Dikutip dari laman socfindoconservation.co.id, kandungan senyawa aktif dalam jonghe seperti flavonoid dan polifenol menjadi kunci utama khasiat medisnya. Berbagai penelitian ilmiah membuktikan bahwa senyawa tersebut bertindak sebagai antioksidan serta antiinflamasi yang kuat.
Penggunaan tradisional tanaman ini mencakup penyembuhan demam, radang tenggorokan, hingga masalah pencernaan seperti diare. Ekstrak daun jonghe dipercaya ampuh mempercepat proses penyembuhan luka luar pada kulit secara alami.
Selain dikonsumsi langsung, olahan jonghe umumnya dibuat dengan cara merebus daun segar dalam air bersih. Air rebusan tersebut kemudian diminum secara teratur untuk membantu meredakan peradangan di dalam tubuh.
Tumbuhan yang dahulu sering dianggap gulma ini rupanya memiliki citarasa unik yang menyegarkan saat diolah menjadi masakan harian.
Secara umum, daun jonghe yang masih muda memiliki rasa cenderung sedikit pahit namun diimbangi dengan tekstur renyah dan sensasi segar. Citarasa khas tersebut membuat jonghe sangat cocok dikonsumsi langsung sebagai lalapan segar maupun dimasak sebagai tumisan gurih.
Para pecinta kuliner tradisional sering memadukan daun jonghe segar dengan sambal terasi atau sambal kencur untuk melengkapi sajian makan siang. Perpaduan rasa pahit tipis dari daun dan rasa pedas gurih dari sambal menciptakan sensasi makan yang semakin menggugah selera.
Selain dikonsumsi mentah, masyarakat juga kerap mengolah tanaman herbal ini menjadi hidangan sayur bening yang menyehatkan. Tekstur daunnya yang lembut setelah direbus membuat kuah sayur terasa lebih segar dan nyaman saat disantap.
Tidak hanya menawarkan rasa yang lezat, konsumsi jonghe sebagai sayuran juga memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh. Daun jonghe kaya akan serat alami yang efektif membantu melancarkan sistem pencernaan serta menjaga kesehatan usus.
Kandungan antioksidan dan vitamin di dalam daunnya dipercaya mampu meningkatkan daya tahan tubuh secara alami jika dikonsumsi rutin. Rasa pahit alaminya juga menandakan keberadaan senyawa aktif yang bermanfaat untuk meredakan peradangan di dalam tubuh.
Keunggulan lain dari tanaman jonghe adalah kemudahannya untuk didapatkan serta diolah tanpa memerlukan teknik memasak yang rumit. Cukup dicuci bersih dan dimasak sebentar, sayuran liar ini sudah siap disajikan di meja makan keluarga.
Dengan kombinasi rasa yang unik dan kebiasaan konsumsi yang mudah, jonghe berpotensi menjadi alternatif pemenuhan gizi masyarakat. Keberadaan sayuran lokal ini membuktikan bahwa bahan pangan menyehatkan tidak selalu harus didapatkan dengan harga mahal.
Meski menawarkan banyak manfaat, para ahli kesehatan menyarankan masyarakat untuk tetap bijak dalam mengonsumsinya. Penggunaan dalam porsi berlebihan tanpa pengawasan medis dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....