Mengapa Kita Sulit Menolak Aroma Roti yang Baru Keluar Dari Oven?

  • 05 Agt 2026 06:29 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Aroma roti yang baru keluar dari oven memang memiliki daya tarik yang luar biasa. Bahkan banyak orang mengaku tergoda membeli roti hanya karena mencium aromanya. Fenomena ini bukan sekedar sugesti, melainkan hasil dari cara kerja indra penciuman yang terhubung langsung dengan otak manusia.

Menurut National Center for Biotechnology, indra penciuman memiliki jalur yang unik dibandingkan indra lainnya. Ketika molekul aroma roti masuk ke hidung, reseptor penciuman akan mengirimkan sinyal langsung ke sistem limbik.

Hubungan yang erat ini membuat aroma tertentu membangkitkan kenangan, atau rasa nyaman dalam hitungan detik. Ini yang menyebabkan aroma roti hangat sering kali terasa menenangkan dan mengundang selera.

Menurut American Chemical Society, rahasia lain terletak pada proses memanggang. Saat proses pemanggangan roti, terjadi reaksi kimia yang disebut reaksi maillard, yaitu interaksi antara gula dan asam amino akibat panas tinggi. Reaksi ini menghasilkan ratusan senyawa yang menciptkana aroma khas roti panggang seperti wangi mentega dan karamel.

Penelitian juga menunjukkan bahwa aroma makanan dapat memengaruhi rasa lapar. Ketika otak menangkap aroma makanan lezat, tubuh mulai bersiap untuk makan.

Tak heran jika banyak toko roti sengaja memanggang roti beberapa kali dalam sehari. Tidak hanya untuk menjaga kesegaran produk, tetapi juga agar roti terus menyebar ke area toko. Aroma yang menggoda dapat meningkatkan keinginan konsumen untuk masuk ke toko dan membeli produk.

Meski begitu, bukan berarti kita harus selalu menyerah pada godaan aroma roti. Memahami bahwa aroma dapat memengaruhi perilaku makan membantu kita lebih sadar dalam mengambil keputusan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....