Ragam Jajanan Pasar Khas Bali dengan Siraman Gula Merah hingga Olahan Tumbuk
- 04 Agt 2026 08:06 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Kuliner tradisional Bali tidak pernah habis menawarkan kejutan cita rasa melalui keanekaragaman jajanan pasarnya atau yang akrab dipanggil jaje Bali. Secara garis besar, kue-kue tradisional khas Pulau Dewata ini dikelompokkan berdasarkan tekstur, bahan dasar, hingga teknik penyajiannya. Kehadiran jaje Bali bukan sekadar pemuas selera di pasar tradisional, melainkan juga bagian integral dari identitas budaya dan tradisi masyarakat lokal yang senantiasa dijaga keautentikannya.
Dilansir dari berbagai sumber, kelompok pertama yang paling mudah dijumpai di pasar subuh adalah Jaje Basah Siram Gula Kelapa. Jenis kue ini umumnya memiliki cita rasa netral atau gurih, namun menjadi sangat legit setelah diguyur gula merah cair pekat dan taburan kelapa parut. Ragamnya meliputi Jaje Laklak yang dimasak di cetakan tanah liat, Jaje Lupis ketan berbentuk segitiga, Jaje Giling (cenil) berwarna cerah yang kenyal, serta Pisang Rai yang lembut berselimut tepung beras.
Selain varian berkuah manis, terdapat pula kelompok jaje basah isian dan bungkus daun yang sudah memiliki cita rasa manis alami dari dalam adonannya. Kelompok jaje ini, contohnya Jaje Kelepon khas Bali yang berbentuk agak runcing dengan isian gula merah lumer. Kemudian, ada Jaje Sumping (nagasari ala Bali) dengan beragam variasi isian seperti pisang, nangka, hingga waluh. Lalu, Jaje Bendu khas Jembrana yang berisi unti kelapa. Serta jaje Cerorot yang dikukus unik di dalam lilitan kerucut daun janur.
Pengolahan tradisional Bali juga melahirkan kelompok jaje bertekstur padat dan liat yang dibuat melalui teknik penumbukan adonan kukus selagi panas. Kelompok ini, diantaranya adalah Jaje Uli. Olahan ketan halus ini paling pas disandingkan dengan tape ketan. Selanjutnya ada Lempog yang memanfaatkan olahan singkong tumbuk berbumbu gula merah. Kedua jajanan ini menawarkan tekstur elastis dan padat yang memberikan sensasi kenyal dan mengenyangkan bagi siapa saja yang menikmatinya.
Sebagai pelengkap kekayaan kulinernya, Bali juga memiliki kelompok Jaje Kering . Jaje kering ini renyah dan tahan lama serta kerap dijadikan buah tangan atau pelengkap upacara adat. Mulai dari Bagiak yang renyah dan lumer di mulut. Lalu ada Jaje Begina yaitu rengginang manis khas Bali. Serta Kaliadrem yang berbentuk segitiga dengan tiga lubang unik. Keberagaman kategori jaje Bali ini menjadi bukti nyata kekayaan warisan kuliner Nusantara yang patut terus dilestarikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....