Menjelajahi Kedai Jajanan Bali Legendaris

  • 04 Agt 2026 07:49 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar : Menguji autentisitas kuliner tradisional Bali kurang lengkap rasanya tanpa mencicipi racikan jaje Bali dari para penjual legendaris yang mempertahankan warisan resep secara turun-temurun. Di tengah gempuran tren makanan modern, deretan destinasi kuliner bersejarah ini tetap menjadi incaran utama masyarakat lokal hingga wisatawan. Nilai historis yang kuat, dipadukan dengan keaslian cita rasa manis dan gurih, menjadikan setiap suapan jajanan pasar ini sebuah pengalaman nostalgia kuliner yang tak tergantikan.

Di wilayah Denpasar, terdapat destinasi populer yang menyajikan jaje Bali dengan sentuhan unik dan konsistensi rasa yang terjaga. Dilansir dari berbagai sumber, deretan destinasi kuliner jajanan pasar bersejarah ini diantaranya Dapoer Legend Otentik Jaje Bali. Terletak di kawasan Renon, tempat ini secara konsisten melestarikan resep asli warisan sang ibu sejak tahun 1988 dengan kemasan modern. Sementara bagi warga yang ingin berburu kue basah dan jajanan pasar sejak pagi hari bisa datang ke Toko Jajanan Bahagia di Jalan Veteran. Toko ini merupakan salah satu toko kue tertua di Denpasar yang telah melayani lintas generasi sejak tahun 1974.

Perjalanan berburu jaje Bali legendaris juga membawa pecinta kuliner ke wilayah Gianyar dan Denpasar Barat. Di Kawasan Gianyar terdapat Warung Klepon Gianyar yang dahulu dikenal sebagai Klepon Ida Bagus Nyoman. Warung ini berlokasi di Jalan Kalantaka, Gianyar. Warung ini telah memelopori sajian kelepon lumer yang begitu lembut dan wangi sejak era 1980-an. Kemudian, di sudut lain Kota Denpasar, ada Jaje Bali Men Suambe di Jalan Nusa Kambangan. Jaje Bali Men Suambe ini menjadi buruan warga berkat siraman gula kelapa cair murni yang pekat dan rasanya yang khas dengan harga sangat terjangkau.

Keautentikan kuliner Bali juga terpancar kuat dari ramainya Pasar Kreneng dan Pasar Badung. Di kedua pusat aktivitas warga ini, terdapat lapak-lapak tanpa nama milik pedagang lansia (ibu-ibu sepuh) yang telah berdiri selama puluhan tahun. Atraksi tradisional mereka dalam menumbuk lupis, meracik adonan dan menyiramkan gula merah hangat di atas pincuk daun pisang secara langsung menjadi daya tarik magis yang tak pernah sepi pengunjung, mulai dari subuh hingga malam hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....