Menikmati Kelezatan Jajanan Ketan Hitam Khas Bali
- 04 Agt 2026 07:14 WIB
- Denpasar
RRI.Co.ID, Denpasar - Pulau Dewata tak hanya menawarkan keindahan alam dan kebudayaan yang memikat, tetapi juga ragam kuliner tradisional yang kaya rasa. Di antara sekian banyak jajanan pasar, varian berbahan dasar ketan hitam atau yang lokal kenal sebagai injin menjadi salah satu primadona favorit masyarakat maupun wisatawan. Teksturnya yang cenderung kenyal, legit, serta memiliki aroma khas berpadu sempurna dengan gurihnya kelapa parut dan manisnya siraman gula merah (gula bali).
Sensasi rasa injin ini dapat ditemui dalam berbagai ragam bentuk jajanan pasar modern maupun tradisional. Dilansir dari berbagai sumber, salah satu yang paling diburu adalah Jaje Laklak Ketan Hitam. Laklak Ketan Hitam yakni serabi khas Bali yang dimasak di atas cetakan tanah liat sehingga menghasilkan aroma panggangan yang menggugah selera. Tak kalah populer, ada pula Jaje Kelepon Injin yang memiliki ciri khas bentuk agak runcing. Jajanan ini siap memberikan sensasi adonan lumer gula merah yang meletup seketika di dalam mulut saat digigit.
Bagi pencinta hidangan bertekstur lembut dan beraroma harum, Jaje Sumping Injin menjadi pilihan yang tak boleh terlewatkan. Kudapan mirip nagasari ini memadukan adonan tepung ketan hitam gurih dengan manisnya isian pisang raja atau pisang Nangka. Adonan ini kemudian dibungkus rapi menggunakan daun pisang sebelum dikukus hingga matang. Keharuman alami daun pisang yang layu semakin memperkuat kelezatan rasa autentik kue tradisional yang satu ini.
Selain kudapan berukuran kecil, kuliner injin juga disajikan dalam bentuk hidangan penutup yang mengenyangkan seperti Bubur Injin. Beras ketan hitam ini dimasak perlahan bersama daun pandan hingga mekar dan mengental sempurna. Bubur Injin ini lalu disajikan hangat di dalam mangkuk bersama kucuran santan kental yang gurih. Sementara itu, untuk melengkapi tradisi adat maupun camilan santai harian, masyarakat Bali kerap menyajikan Jaje Uli Ketan Hitam yang bertekstur padat dan liat. Umumnya Jaje Uli Ketan Hitam ini disantap berpasangan dengan tape ketan yang segar.
Keberadaan ragam Jaje Ketan Hitam ini bukan sekadar pemuas dahaganya para pencinta kuliner manis. Melainkan juga simbol kearifan lokal dalam mengolah bahan pangan alami tanpa bahan pengawet buatan. Hingga kini, deretan jajanan pasar berbahan injin ini tetap eksis dan mudah dijumpai, mulai dari pasar-pasar tradisional hingga kafe dan restoran modern di seantero Bali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....