Menikmati Jukut Paku, Kuliner Autentik Bali yang Kaya Serat dan Sarat Tradisi
- 20 Jul 2026 14:38 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Jika berbicara tentang kuliner Bali, ingatan kita mungkin langsung tertuju pada ayam betutu, sate lilit, atau babi guling. Namun, di balik dominasi hidangan berdaging tersebut, masyarakat Bali memiliki kekayaan kuliner berbasis sayuran yang tidak kalah menggoda selera. Salah satu yang paling juara dan wajib dicoba adalah Jukut Paku.
Jukut Paku (di mana jukut berarti sayur, dan paku berarti pakis) adalah hidangan tradisional berbahan dasar pucuk daun pakis muda. Kuliner ini bukan sekadar pelengkap hidangan, melainkan simbol keharmonisan masyarakat Bali dengan alam sekitar, yang memanfaatkan tanaman liar menjadi hidangan kelas atas di meja makan.
Menurut Putu Adi Sutirta, warga Singapadu Gianyar yang kerap mengolah sayuran ini mengatakan, kunci kelezatan jukut paku terletak pada dua hal : kesegaran bahan utama dan kedahsyatan bumbu khas Bali, Base Genep.
Pucuk pakis yang digunakan haruslah yang masih muda, sehingga ketika dimasak, biasanya direbus singkat, teksturnya tetap terjaga : renyah (crunchy) dan tidak alot. Setelah ditiriskan, sayur pakis ini dicampur dengan bumbu genep yang terdiri dari lengkuas, jahe, kunyit, kencur, bawang merah, bawang putih, dan cabai yang telah ditumis harum.
Untuk menambah kenikmatan, Jukut Paku ala Bali umumnya disajikan dengan dua cara populer:
Jukut Paku Mebase Kalas : Pakis dicampur dengan bumbu base genep yang diperkaya dengan santan kental yang gurih, memberikan tekstur kuah yang sedikit kental dan kaya rasa.
Jukut Paku Urab : Pakis rebus dicampur dengan kelapa parut yang telah dibumbui (hampir mirip urap di Jawa, namun dengan aroma kencur dan terasi yang lebih pekat khas Bali).
Sebagai penyempurna, taburan bawang goreng dan perasan jeruk limau (jeruk purut kecil) wajib ditambahkan di atasnya, memberikan aroma segar yang langsung membangkitkan selera makan.
Untuk sensasi kriuknya sering kali juga jukut paku ini ditambahkan taburan kacang mentik yang gurih
Di balik kesederhanaannya, sayur pakis yang menjadi bahan utama Jukut Paku menyimpan segudang manfaat kesehatan yang luar biasa:
Tinggi Antioksidan: Pakis kaya akan vitamin A dan vitamin C yang ampuh menangkal radikal bebas dan menjaga daya tahan tubuh.
Sumber Zat Besi yang Baik: Membantu memproduksi sel darah merah dan mencegah anemia, sangat cocok untuk menu penyeimbang.
Rendah Kalori dan Tinggi Serat: Menjadikannya pilihan sempurna bagi mereka yang sedang menjalani diet sehat atau ingin melancarkan pencernaan.
Filosofi di Balik Sepiring Jukut Paku:
"Bagi masyarakat Bali, tanaman pakis adalah simbol resiliensi atau ketahanan. Pakis bisa tumbuh subur di mana saja, di sela-sela tebing sungai yang lembap hingga di pekarangan rumah. Mengolahnya menjadi makanan adalah bentuk rasa syukur atas berkah alam pulau Dewata."
Anda tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk menikmati hidangan ini. Jukut Paku sangat mudah ditemukan di berbagai Warung Nasi Campur Bali pinggir jalan hingga restoran bintang lima di kawasan Ubud, Sanur, atau Kuta. Biasanya, hidangan ini disandingkan dengan nasi sela (nasi campuran ubi), ayam sisit (ayam suwir), dan sambal matah yang membakar lidah.
Jika Anda sedang berlibur ke Bali atau berdomisili di sini, melewatkan Jukut Paku berarti Anda belum sepenuhnya merasakan petualangan rasa yang autentik dari pulau ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....