Entil Makanan Tradisional Khas Tabanan Bali yang Sarat Filosofi

  • 02 Jul 2026 16:17 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID. Denpasar - Entil adalah makanan tradisional khas Kabupaten Tabanan Bali, yang sekilas mirip lontong namun memiliki tekstur lebih kenyal dan gurih. Terbuat dari adonan beras yang terkadang dicampur beras merah, entil dibungkus menggunakan daun kalingidi atau tengelidi dan disajikan dengan kuah santan kaldu,sayur urap serta sambel embe.

Sampai saat ini, belum diketemukan bukti pertama kali entil dibuat dan digunakan. Akan tetapi secara etimologis, entil berasal dari kata buntil atau buntilan yang memiliki arti barang bawaan atau bekal. Hal ini mengidentifikasikan bahwa semenjak entil sudah menjadi makanan yang dipergunakan sebagai buntilan atau bekal dalam perjalanan sejak dahulu kala. Sifatnya yang relatif awet memungkinkan entil dibawa sebagai bekal ketika masyarakat di sekitar lereng Gunung Batukaru melakukan perjalanan jauh untuk merabas hutan ataupun membawa hasil bumi menuju pusat – pusat kerajaan. (ceraken.baliprov.go.id).

Buntil maupun entil merupakan salah satu bentuk pengawetan makanan dengan proses perebusan dalam waktu yang lama, sehingga memiliki daya tahan yang cukup lama. Disamping itu,proses pembuatan dan bahan – bahan entil menggunakan bahan – bahan yang bersifat sederhana dan tersedia,seperti beras lokal,daun kalingidi,tali bambu yang tersedia di lingkungan sekitar.

Sebagai makana estetika berkaitan dengan proses pembungkusan entil sehingga bisa menarik minat pembeli.Estetika dan kreatifitas dalam entil yang berubah dari waktu kewaktu dan menu serta penyajiannya. jika dahulu menu pendamping entil masih sederhana,kini menu pendamping entil lebih bervariasi dan menggugah selera. Ketika entil disajikan di restorant atau hotel,maka kreatifitas penyajian entil lebih rapi, mempergunakan bahan – bahan premium, serta dinikmati oleh segelintir orang.

Makna pelestarian entil ,juga sebagai kebertahanan pohon kalingidi, pohon bambu, beras lokal menjadikan isu pelestarian alam. Jika tanaman tersebut punah maka entil akan ikut punah.Keberdaaan pohon kalingidi menjadi semakin penting seiring dengan bertambahnya kebutuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....