Loloh Bali, Minuman Tradisional yang Kembali Dilirik Generasi Muda

  • 22 Jun 2026 14:02 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Di tengah maraknya minuman kekinian dan berbagai minuman berbahan impor, loloh Bali justru kembali menarik perhatian generasi muda. Loloh merupakan minuman tradisional yang menawarkan cita rasa khas dan memiliki nilai kearifan lokal yang kuat.

Loloh merupakan minuman herbal khas Bali yang dibuat dari bahan alami seperti dedaunan herbal. Ramuan ini memiliki kombinasi rasa unik seperti asam, manis, asin, dan sedikit pedas. Hal ini dikarenakan terdapat berbagai campuran daun, akar, buah, bunga, atau rempah-rempah.

Melansir dari sciencedirect.com, penelitian etnobotani mencatat bahwa masyarakat Bali menggunakan sedikitnya 51 jenis tanaman dalam berbagai racikan loloh yang diwariskan secara turun-temurun. Secara tradisional, loloh dikonsumsi untuk membantu menjaga kesehatan dan mengatasi berbagai keluhan ringan.

Terdapat beragam jenis loloh yang dikenal masyarakat Bali. Loloh yang cukup populer antara lain loloh cemcem dari Kabupaten Karangasem, loloh daun tibah, loloh kunyit, loloh daun sirih, hingga loloh telang sereh.

Setiap jenis memiliki cita rasa dan karakteristik berbeda, tergantung bahan utama yang digunakan. Ada yang terasa segar, sedikit asam, manis, hingga memiliki sensasi pahit yang khas dari tanaman herbal tertentu.

Meningkatnya minat generasi muda terhadap loloh tidak lepas dari tren gaya hidup sehat yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Banyak anak muda mulai mencari alternatif minuman yang dianggap lebih alami dibandingkan minuman tinggi gula.

Selain faktor kesehatan, kebangkitan loloh juga didorong oleh meningkatnya apresiasi terhadap produk lokal. Generasi muda kini semakin bangga mengonsumsi dan mempromosikan warisan kuliner daerahnya sendiri.

Melalui media sosial, berbagai produk loloh dikemas dengan desain botol yang modern, dipadukan dengan strategi pemasaran digital. Fenomena ini menunjukkan bahwa warisan budaya dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Meski demikian, manfaat kesehatan loloh tetap bergantung pada bahan yang digunakan dan proses pengolahannya. Banyak tanaman yang digunakan dalam loloh diketahui memiliki kandungan bioaktif dan telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Karena itu, loloh sebaiknya dipandang sebagai bagian dari pola hidup sehat, bukan sebagai pengganti pengobatan medis.

Kembalinya popularitas loloh menunjukkan bahwa tradisi tidak selalu kalah oleh modernisasi. Dari warung sederhana hingga kafe modern, loloh kini hadir sebagai simbol perpaduan antara warisan budaya Bali dan gaya hidup masa kini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....