Jaje Abug , Manisnya Tradisi Bali dalam Setiap Gigitan
- 13 Mei 2026 06:46 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar. Jika ada yang bilang, kalau menikmati Jaje ( Kue ) Abug sama dengan mencicipi hangatnya dapur Bali tempo dulu. Kue kukus berbahan dasar tepung beras ketan ini punya tekstur lembut sedikit kenyal, dengan aroma gula merah dan kelapa parut yang langsung bikin nostalgia. Jaje abug bukan sekedar jajanan pasar, tapi juga bagian dari upacara dan kebersamaan orang Bali.
Dilansir dari budayabali.com. Jaje abug adalah salah satu jajanan tradisional yang tidak hanya mengundang kenikmatan pada setiap gigitan, tetapi juga menyimpan nilai budaya dan sejarah yang mendalam. Di Bali jaje abug diwariskan secara turun temurun sebagai sajian khas yang dibuat dengan penuh ketelatenan. Jaje abug hadir dengan cita rasa yang sederhana namun sarat akan kenikmatan dan kekayaan rasa local.
Dalam berbagai upacara adat seperti Galungan dan Kuningan, kehadiran jaje abug menjadi simbol kebersamaan dan kebahagiaan, menguatkan ikatan antar anggota keluarga yang berkumpul dalam nuansa khidmat dan kebersamaan. Jaje abug dibuat dari bahan utama yang relative sederhana namun kaya akan rasa dan manfaat. Ketan sebagai bahan dasar memberikan tekstur lembut yang berpadu dengan gurihnya parutan kelapa,serta manis khas gula Bali. Jaje abug mengandalkan kermurnian rasa dari bahan – bahan alami.
Setiap tahapan dalam pembuatan jaje abug mencerminkan kesabaran dan dedikasi, menjadikannya lebih dari sekedar sajian, melainkan suara karya seni yang mencerminkan budaya lokal. Diawali dengan mencanpur ketan dengan parutan kelapa, kemudian dikukus hingga menghasilkan tekstur yang lembut dan harum. Disisi lain gula Bali dipanaskan hingga menjadi sirup kental yang kemudian dicampurkan kedalam ketan kelapa yang telah dikukus, menciptakan perpaduan rasa yang harmonis. Campuran ini dicetak menggunakan cetakan sesuai selera dan ditekan agar padat sebelum diiris .
Jaje Abug membuktikan bahwa sesuatu yang sederhana bisa meninggalkan kesan mendalam. Dari bahan yang bersahaja lahir rasa yang istimewa dari dapur kecil lahir tradisi yang terus hidup. Jadi kalau ke Bali atau rindu suasana kampung halaman, biarkan jaje abug jadi teman minum kopi atau teh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....