Menikmati Sensasi “chicken quarter” di Kuta Bali
- 17 Feb 2026 07:44 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Badung - Kawasan Kuta memang tidak pernah kehabisan daya tarik, namun belakangan ini, perhatian para pemburu kuliner tertuju pada sebuah destinasi yang menawarkan aroma panggangan menggoda, We The Fork. Terletak di area strategis Kuta, restoran ini berhasil mencuri perhatian lewat konsep smokehouse yang autentik namun tetap kekinian.
We The Fork bukan sekadar tempat makan biasa. Begitu melangkah masuk, pengunjung disambut dengan nuansa industrial yang hangat dan aroma kayu bakar yang khas. Restoran ini mengusung konsep Craft Beer & BBQ, menjadikannya tempat pelarian sempurna setelah seharian berselancar atau berbelanja di sekitar Pantai Kuta.
Apa yang membuat We The Fork begitu spesial? Jawabannya ada pada teknik pengasapan dan kualitas dagingnya. Berikut adalah beberapa menu yang menjadi andalan:
Pork Ribs & Beef Brisket: Dimasak perlahan (slow-cooked) hingga dagingnya sangat empuk dan bumbunya meresap hingga ke tulang.
The Burger Lineup: Dikenal dengan porsinya yang royal, menggunakan patty buatan sendiri yang juicy.
Breakfast Selection: Tak hanya untuk makan malam, mereka juga menyajikan menu sarapan yang solid bagi mereka yang ingin memulai hari dengan energi penuh.
Meskipun lebih menonjolkan konsep Western Smokehouse (BBQ dan Grill), mereka sangat mengerti lidah lokal dan Asia yang belum merasa makan jika belum bertemu nasi.
Nah, ini dia menu yang cukup unik di We The Fork Kuta. Meskipun mereka terkenal sebagai smokehouse ala Texas, mereka punya satu menu nasi dengan sentuhan rempah yang kuat dan sangat populer bagi penyuka cita rasa ala India atau Timur Tengah, yaitu: chicken quarter
| Baca juga: Smoked set Sampler 1 Meter, Andalan The Fork |
Chef Komang Arta menjelaskan kepada RRI Denpasar- Senin, 9 Februari 2026, sambil menyiapkan menu ini dimana isinya terdiri atas chicken smoke yang diproses kurang lebih selama 10 jam, ada karbonya berupa basmati rice, ada saladnya itu baby roman dan juga pikel union dan yuri dan juga ada barbeque sauce.
Menurut pria kelahiran Tejakula Buleleng ini, Kelebihan menu chicken quarter ini dari segi harga, untuk lunch ada mungkin yg lagi break diluar kalau mau makan disini bisa seharga Rp50.000
Yang membedakannya dengan nasi goreng yang lain, kalau dari segi nasi pakai nasi Basmati rice dan juga ada kopnya yaitu berupa lebih ke India rasanya karena ada kare powdernya
Kalau tamu yang kebanyakan suka dengan basmati rice ini karena teksturnya hampir mirip dengan nasi kebuli, jadi respon custumer selama ini bagus.untuk basmati rice
| Baca juga: Sensasi Gurih Rahang Tuna yang Bikin Nagih |
Tamu yang mesan menu ini lebih banyak tamu local karena disini kebanyakan tamu kita local, untuk bule 30-40 persen.
Selain nasi goreng ini, menu andalan disini ada steik disini best seller, kita punya steik yang ciri khasnya sauce nya enak adanya Cuma di we the fork ini, beberapa sauce belum ada di tempat lain jadi kelebihan dari rasa sauce itu dari segi rasa dia itu creamy, segar dan juga asin
Banyak pengunjung memuji vibe restoran ini yang sangat nyaman. Dengan area terbuka yang memungkinkan angin sepoi-sepoi masuk, We The Fork menjadi lokasi favorit untuk:
Nongkrong Bareng Teman: Sambil menikmati deretan minuman dingin yang tersedia.
Dinner Santai: Pencahayaan yang hangat membuat suasana makan malam terasa lebih intim namun tetap kasual.
Wisatawan Domestik dan Mancanegara: Perpaduan rasa lokal dengan standar internasional membuat tempat ini ramah di lidah siapa saja.
We The Fork berhasil membuktikan bahwa Kuta masih memiliki "taji" dalam urusan kuliner. Dengan fokus pada kualitas bahan dan teknik memasak yang benar, tempat ini adalah destinasi cocok bagi Anda yang mengaku sebagai pencinta daging sejati saat berkunjung ke Bali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....