Nostalgia Jajanan Jadul Indonesia yang Ikonik
- 31 Jan 2026 10:44 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Tren kuliner lawas kembali menarik perhatian warganet Indonesia baru-baru ini, menyusul viralnya konten pembuatan es kue atau yang populer disebut es gabus di berbagai platform media sosial. Fenomena ini memicu perbincangan luas mengenai ragam jajanan tradisional unik yang sempat populer pada era 1980-an hingga 2000-an di berbagai daerah di Indonesia.
Minat masyarakat terhadap kudapan tersebut didorong oleh faktor nostalgia serta keunikan tekstur dan metode pembuatan yang berbeda dari makanan ringan modern. Selain itu, kelangkaan penjual jajanan tersebut di masa kini menjadikan dokumentasi visual di media sosial sebagai pemicu memori kolektif bagi generasi yang tumbuh bersama jajanan tersebut.
Berikut adalah rincian karakteristik beberapa jajanan tradisional yang memiliki keunikan proses pembuatan dan penyajian:
1. Es Goyang
Penamaan jajanan ini merujuk secara spesifik pada teknik pembuatannya. Pedagang harus menggoyangkan gerobak es secara ritmis agar adonan yang terbuat dari santan, gula pasir, dan tepung hunkwe membeku secara merata di dalam cetakan logam. Cetakan tersebut direndam dalam campuran es batu dan garam kasar untuk mempercepat pembekuan tanpa menggunakan lemari pendingin listrik. Es goyang umumnya disajikan dengan celupan cokelat cair dan taburan kacang tanah sangrai.
2. Rambut Nenek (Arum Manis)
Kudapan ini merupakan jenis gulali basah yang ditarik berulang kali hingga membentuk serat-serat halus menyerupai rambut. Terbuat dari gula pasir yang dimasak dengan pewarna makanan dan sedikit perasan jeruk nipis, rambut nenek memiliki tekstur berserat namun lumer di mulut. Dalam penyajian tradisionalnya, serat gula ini diapit oleh dua keping simping (wafer tipis renyah berbahan tepung beras) berbentuk lingkaran untuk menyeimbangkan rasa manis.
3. Gulali Tarik
Berbeda dengan gulali kapas (cotton candy) yang menggunakan mesin putar, gulali tarik memiliki tekstur liat dan padat. Bahan dasarnya adalah gula yang dimasak hingga tahap soft-ball atau hard-ball. Penjual membentuk adonan gula yang masih hangat dan lentur menjadi berbagai bentuk artistik seperti burung, bunga, atau naga dengan menggunakan tangan kosong, teknik tarik, dan terkadang teknik tiup sederhana sebelum gula mengeras.
4. Kue Rangi
Kue tradisional khas Betawi ini menonjolkan penggunaan bahan bakar kayu atau arang dalam proses pemanggangannya. Adonan yang terdiri dari campuran tepung sagu tani dan kelapa parut kasar dicetak dalam loyang setengah lingkaran. Panas dari arang memberikan aroma asap yang khas pada kue. Kue rangi disajikan dengan olesan gula merah cair yang dikentalkan dengan sedikit tepung kanji, memberikan kontras rasa gurih dari kelapa dan manis dari gula.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....