Bakso, Jejak Budaya Asing di Semangkuk Kuah

  • 29 Jan 2026 13:52 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Bakso menjadi salah satu makanan yang paling populer dan diminati masyarakat Indonesia. Namun siapa sangka jika bakso yang kita kenal sebagai makanan khas Indonesia berasal dari pengaruh tionghoa.

Melansir dari Kimbo.id, bakso berasal dari cerita di masa Dinasti Ming (1368-1644), Tiongkok (sekarang). Berawal dari seorang pemuda yang terinspirasi dari kue mochi yang empuk dan lembut, ia menumbuk daging dan membentuk bulatan kecil bersama kaldu hangat. Sejak saat itu, bakso menjadi populer di kota Fuzhou dan seluruh Tiongkok.

Bakso diperkirakan mulai masuk ke nusantara melalui para pedagang Tiongkok. Terbukti dari Istilah bakso yang berasal dari bahasa hokkien yaitu bak-so yang berarti daging giling.

Pada awalnya, bakso dibuat dari daging babi. Namun seiring penyebarannya ke nusantara, bahan dan cara penyajiaannya mengalami penyesuaian budaya dan kebiasaan masyarakat setempat.

Di Indonesia, bakso berkembang dengan menggunakan daging sapi, ayam, atau ikan. Cita rasanya pun diperkaya dengan bawang putih, merica, dan kaldu gurih, serta disajikan bersama mie, bihun, tahu, dan sayuran. Adaptasi ini menjadikan bakso memiliki karakter yang berbeda dari versi asalnya.

Perkembangan bakso tidak berhenti pada satu bentuk saja. Setiap daerah menghadirkan variasi khas, seperti bakso Malang, bakso Solo, hingga bakso berisi telur atau keju. Inovasi tersebut menunjukkan bagaimana pengaruh budaya asing dapat menyatu dan berkembang menjadi identitas kuliner lokal.

Kini, bakso bukan sekadar makanan, tetapi juga simbol akulturasi budaya di Indonesia. Semangkuk bakso mencerminkan pertemuan tradisi asing dan lokal yang berhasil berpadu. Menjadikan bakso sebagai salah satu kuliner lintas budaya yang bertahan dan dicintai hingga kini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....