Angkringan Tempat Makan Malam Ekonomis

  • 24 Nov 2025 22:55 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar: Angkringan jadi tempat makan sederhana yang berasal dari budaya masyarakat Jawa. Suasananya hangat dan santai, biasanya dengan bangku kayu dan gerobak kecil. Banyak orang memilih angkringan untuk singgah di malam hari karena tempatnya nyaman dan tidak terasa formal, cocok untuk melepas lelah setelah beraktivitas.

Sejarah angkringan juga menarik. Menurut DetikFood, “Angkringan pertama kali mulai dikenal di Yogyakarta pada tahun 1950 an, dibawa oleh seorang pedagang bernama Mbah Pairo dari Klaten, yang menjajakan dagangannya dengan cara dipikul.” Dari penjual keliling sederhana, angkringan kemudian berkembang menjadi gerobak dorong seperti yang kita kenal sekarang dan akhirnya menjadi bagian penting dari kuliner malam di Jawa.

Di angkringan, berbagai pilihan makanan bisa ditemukan meskipun semuanya sederhana. Ada nasi kucing dengan lauk tempe, teri, atau ayam suwir, lalu aneka sate seperti sate usus, sate telur puyuh, dan sate kulit. Tidak ketinggalan gorengan dan minuman hangat seperti kopi atau jahe panas. Harganya murah, sehingga siapa pun bisa makan tanpa harus mengeluarkan banyak uang.

Selain makanannya, angkringan punya suasana yang membuat orang betah. Di sini, pengunjung bisa ngobrol santai, bercanda, atau sekadar duduk menikmati suasana malam. Penjualnya biasanya ramah, dan suasananya tidak kaku seperti di restoran, sehingga banyak orang merasa nyaman mampir berulang kali.

Dengan segala kesederhanaannya, angkringan tetap menjadi tempat makan yang digemari banyak orang. Tempat ini bukan hanya menawarkan makanan murah, tapi juga pengalaman yang hangat dan akrab. Angkringan membuktikan bahwa makan enak dan nyaman tidak harus mahal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....