Sejarah Teh Global, Dari Raja Hingga Kapal Cepat
- 27 Okt 2025 03:55 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar: Tahukah Anda bahwa teh adalah minuman yang paling banyak dikonsumsi setelah air di seluruh dunia? Minuman hangat atau dingin ini memiliki perjalanan panjang nan menarik yang sudah berlangsung ribuan tahun.
Menurut legenda di Tiongkok, sejarah teh dimulai pada 2732 SM oleh Kaisar Shen Nung. Daun dari pohon liar tidak sengaja tertiup angin dan jatuh ke dalam air yang sedang ia didihkan.
Kaisar menyukai rasa unik dari air seduhan daun itu, lalu menamainya "ch'a" yang berarti memeriksa atau menyelidiki. Meskipun begitu, sudah ada teko keramik teh yang digunakan di Asia dan Timur Tengah sejak 11.000 tahun lalu berdasarkan informasi dari laman iRely.
Teh pertama kali diimpor ke Eropa pada tahun 1610 oleh pedagang Portugis dan Belanda. Kepopulerannya di Inggris melejit berkat Ratu Catherine dari Braganza, istri Raja Charles II.
Teh sempat menjadi komoditas mahal dan hanya dinikmati oleh kalangan elit di Inggris saja. Royal Museums Greenwich dalam salah satu artikelnya mengungkapkan, kapal cepat pengangkut teh, Cutty Sark, mampu membawa 10.000 peti teh dalam sekali angkut.
Biksu Buddha Dengyo Daishi membawa benih teh ke Jepang, dan digunakan untuk meditasi sejak awal 1300-an. Di Amerika, teh dingin ditemukan tak sengaja saat pameran World’s Fair di St. Louis, Missouri pada tahun 1904.
Saat ini, warga Amerika minum hampir 50 miliar gelas teh dingin setiap tahun, atau lebih dari 80% total konsumsi teh mereka. Tasseography adalah seni kuno untuk membaca sisa daun teh di dalam cangkir Anda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....