Apa Beda Ayran dengan Yogurt?
- 13 Okt 2025 13:27 WIB
- Denpasar
KBRN,Denpasar: Secara historis, ayran diperkirakan telah dikembangkan oleh suku-suku Turkic di Asia Tengah sejak abad ke-11, sebagaimana tercatat dalam karya Mahmud al-Kashgari Dīwān Lughāt al-Turk yang menyebut istilah "ayran" sebagai minuman berbahan susu (Mahmud al-Kashgari, abad ke-11). Metode tradisional pembuatannya melibatkan proses pengocokan yogurt dalam kantong kulit hewan (mashk) untuk memisahkan mentega; cairan sisa proses tersebut disebut doogh di Iran dan merupakan bentuk awal dari ayran (Encyclopedia of Iranian Culinary Culture). Di wilayah India dan Pakistan, versi serupa ayran dikenal sebagai namkeen lassi, yaitu lassi asin yang dibuat dari yogurt dan air, tetapi biasanya tanpa busa alami seperti pada ayran Turki.
Ayran dan yogurt sering dianggap serupa karena keduanya sama-sama berbahan dasar fermentasi susu, tetapi keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam komposisi, cara pembuatan, tekstur, cita rasa, dan fungsi konsumsinya. Yogurt adalah produk susu fermentasi yang dibuat dari susu yang diinokulasi dengan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Proses fermentasi ini menghasilkan tekstur kental dan rasa asam yang khas. Dikutip dari The Meditteranean Dish, yogurt pada umumnya dikonsumsi langsung sebagai makanan, sering dipadukan dengan buah, madu, oatmeal, atau digunakan sebagai bahan masakan seperti saus dan dressing. Nilai gizinya juga lebih padat karena konsistensinya yang lebih kental dan tidak diencerkan.
Sebaliknya, ayran adalah minuman tradisional berbahan dasar yogurt yang berasal dari wilayah Asia Tengah dan menyebar luas ke Turki, Iran, Kaukasus, hingga Balkan. Minuman ini dibuat dengan mencampur yogurt dengan air dan sedikit garam kemudian dikocok hingga berbusa. Dalam tradisi Turki, ayran bahkan dianggap sebagai minuman nasional karena sangat populer dan umum dikonsumsi sebagai pendamping makanan berat seperti kebab, kofta, atau roti tradisional (Zimperium, 2025; Turkish Culinary Heritage). Ayran disajikan dingin dan dikenal sangat menyegarkan, terutama pada musim panas. Karena dicampur air, teksturnya lebih cair dibanding yogurt, dengan rasa yang ringan, asin, dan sedikit asam.
Dari segi rasa, perbedaan paling jelas antara ayran dan yogurt terletak pada cita rasanya. Yogurt cenderung asam dan creamy, sedangkan ayran memiliki rasa sedikit asam namun asin karena ditambahkan garam. Perbedaan ini juga memengaruhi cara konsumsinya: yogurt lebih cocok dikonsumsi sebagai makanan atau cemilan sehat, sementara ayran lebih sering diminum untuk mengatasi dehidrasi, menetralkan makanan berbumbu kuat, atau menjaga keseimbangan elektrolit, fungsi yang menjadikannya sering disebut sebagai “Gatorade versi Turki” karena mampu mengganti garam tubuh yang hilang melalui keringat (The Mediterranean Dish, 2024).
Selain itu, secara nutrisi, yogurt memiliki kandungan probiotik, protein, dan kalsium yang lebih tinggi karena tidak diencerkan. Sementara itu ayran tetap memiliki probiotik karena berbahan dasar yogurt, tetapi kandungan nutrisinya lebih ringan dan rendah kalori. Tekstur keduanya pun sangat berbeda: yogurt kental dan berlapis, sedangkan ayran encer dan berbusa halus. Di Turki, ayran tradisional bahkan diproduksi menggunakan mesin khusus bernama yayık ayranı yang menghasilkan busa alami dari proses pengocokan cepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....