Kripik Buah Kering dan Sayur sebagai Peluang UMKM Kreatif
- 07 Mei 2025 11:14 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menunjukkan dinamika yang luar biasa dalam menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif. Salah satu sektor yang tengah berkembang pesat adalah pengolahan kripik buah kering dan sayur. Produk ini tidak hanya memberikan peluang ekonomi bagi para pelaku UMKM, tetapi juga memenuhi kebutuhan konsumen akan makanan yang praktis dan bernutrisi.
Kripik buah kering dan sayur menjadi pilihan cemilan yang menarik karena kepraktisannya dan variasi rasa yang ditawarkan. Buah-buahan seperti pisang, apel, mangga, dan nanas, serta sayuran seperti bayam, wortel, dan ubi jalar, menjadi bahan dasar yang dapat diolah menjadi produk kripik dengan proses pengeringan.
Teknologi pengeringan yang digunakan mampu mempertahankan sebagian besar kandungan gizi alami dalam bahan-bahan tersebut, sehingga menjadikan produk ini lebih menarik bagi konsumen. Pemilik Dafechips Rifma Dara menyampaikan, hingga kini pengembangan produksi di Bali dilakukan dengan banyaknya peminat konsumen lokal.
"Untuk bahan-bahan ini kami campur ada dari Bali dan Jawa. Beberapa jenis kripik seperti tempe, itu kedelainya kami dapatkan dari Bali," ujarnya (05/05/2025).
Selain memberikan peluang ekonomi bagi para pelaku UMKM, kripik buah kering dan sayur juga berpotensi mengurangi pemborosan hasil pertanian. Banyak buah dan sayur yang tidak dapat dijual dalam kondisi segar karena faktor cuaca atau kualitas yang tidak sesuai standar pasar.
Dengan pengolahan menjadi produk kripik, para petani dan produsen bisa memanfaatkan produk yang tidak terjual dan mengurangi pemborosan hasil pertanian. Kualitas produk dan keberlanjutan bahan baku juga menjadi perhatian.
UMKM perlu memastikan bahwa proses produksi dilakukan dengan standar yang baik, dari pemilihan bahan baku hingga pengemasan produk, untuk memastikan kualitas yang konsisten. "Untuk variannya kami ada buah seperti strawberry, ada jenis sayur brokoli, bawang merah yang utuh bulat dikeringkan dengan teknik Vacuum frying. Untuk harga itu kami pasarkan satu bungkusnya Rp 23.000, namun ada paketan yang Rp 100.000 mendapatkan 6 bungkus," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....