Perjalanan Panjang Sejarah Sayur Bayam
- 02 Apr 2025 10:20 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar : Bayam dalam bahasa ilmiah Spinacia oleracea, adalah salah satu sayuran hijau yang sangat populer di dunia. Namun, sebelum menjadi bahan makanan yang sering ditemukan di dapur-dapur modern, bayam memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan menarik. Hingga tahun 2022, FAO mencatat produksi bayam dunia tercatat mencapai 33 juta ton, dengan China menjadi pemain utama yang mendominasi pasar global, menyumbang hingga 93% dari total produksi tersebut.
Laman Vegetable facts menjelaskan, bayam diperkirakan berasal sekitar 2.000 tahun yang lalu di wilayah Persia kuno (sekarang Iran). Sayuran ini kemudian diperkenalkan ke India, dan pada tahun 647 M, bayam diperkenalkan ke Tiongkok melalui Nepal. Di Tiongkok, bayam dikenal dengan nama "sayuran Persia," mengingat asal-usulnya yang berasal dari Persia.
Pada abad ke-8, sekitar tahun 827 M, bayam dibawa oleh orang Arab ke pulau Sisilia di Italia. Sayuran ini segera mendapat tempat di dunia Arab dan menjadi populer di wilayah Mediterania. Bayam tercatat dalam beberapa karya tulisan medis dan pertanian dari abad ke-10. Lalu pada abad ke-11, bayam juga menjadi subjek dari sebuah risalah khusus yang ditulis oleh ilmuwan dan agronom Arab, Ibn Ḥajjāj. Penulisan ini memperlihatkan pentingnya bayam dalam dunia pertanian dan penggunaannya sebagai bahan makanan yang bergizi.
Kemudian pada abad ke 14, sayur bayam mulai dikenal di Eropa. Persebaran ini kemungkinan besar dibawa ke sana melalui Semenanjung Iberia. Di Inggris dan Prancis, bayam diterima dengan baik karena sayuran ini tumbuh subur di musim semi, ketika sayuran lokal segar sangat terbatas. Dalam buku masakan tertua yang diketahui di Inggris, Forme of Cury (1390), bayam disebut sebagai "spinnedge" dan "spynoches."
Bayam menjadi bahan yang sangat populer karena kemampuannya untuk tumbuh di iklim yang lebih dingin dan memberi pasokan sayuran yang kaya akan nutrisi pada musim semi. Tidak sampai disana, bayam dikenal membantu proses penyembuhan pada masa Perang Dunia ke 1. Saat itu, bayam diolah menjadi jus yang dipadukan dengan anggur. Kemudian minuman tersebut diberikan kepada tentara yang terluka dengan tujuan untuk menghentikan pendarahan.
Sejarahnya yang kaya menunjukkan betapa pentingnya bayam dalam budaya pertanian dan kuliner, serta kontribusinya terhadap kesehatan manusia sepanjang sejarah. Manfaat yang besar ini membuat sayur bayam terus dibudidayakan oleh masyarakat di era modern.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....