Terdampak Efisiensi, Bali Timbungan Fokus Garap Potensi saat Libur Lebaran

  • 21 Mar 2025 18:44 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Kuta : Kebijakan efisiensi anggaran oleh Presiden Prabowo Subianto dipastikan memberikan ekses luas. Tidak hanya secara makroekonomi, dampak efisiensi anggaran juga dirasakan pelaku industri kepariwisataan di Bali.

Kondisi itu diakui Chief Operating Officer PT Natura Pesona Mandiri, Wieok Susanto. Menurutnya, efisiensi anggaran berpengaruh terhadap tingkat reservasi grup, baik dari pemerintahan maupun swasta.

"Memang customer kami selama ini banyak dari instansi-instansi yang terkait dengan pemerintah, termasuk BUMN. Tapi memang dua bulan terakhir itu kita mengalami penurunan drastis," katanya kepada wartawan, Kamis (20/2/2025).

Tidak ingin pasrah dengan situasi yang ada, pihaknya disebut terus melakukan berbagai inovasi dan strategi. Di antaranya dengan pengenalan produk yang selama ini menjadi andalan dari Bali Timbungan.

"Kita ada restoran yang representatif, yang proper di kawasan Sunset Road. Kita punya meeting room, kita bisa MICE dan makan di sini," ujarnya.

"Kemudian kapasitas kita yang bisa sampai 300 orang. Jadi memang salah satu tempat yang representatif di daerah selatan Bali, Badung, Sunset Road. Banyak dari Bandara Ngurah Rai mau makan, apalagi jarak tempuhnya cuma 15 menit," imbuh Wieok didampingi Operational Senior Manager, Dicky Prasetyo.

Optimasi juga dilakukan ketika Bali memasuki periode libur Lebaran 2025. Terlebih pemerintah memprediksi pergerakan pada libur Lebaran tahun ini akan meningkat 10 persen.

Peningkatan itu diperkirakan terjadi sejak 21 Maret 2025 hingga 8 April 2025. Food and Beverage Manager Bali Timbungan, Made Gargita Yasa menyampaikan, pihaknya menyiapkan sederet promo dan diskon menyambut periode libur Lebaran.

"Terutama dari Ramadan kita ada paket dan promo. Dimana bulan puasa ini juga kita gratiskan jika mau berbuka puasa di sini, yaitu kita gratiskan takjil. Itu kita berikan cuma-cuma dan beberapa diskon untuk yang berbuka puasa di sini," jelasnya.

"Ada menu bebek yang kita lagi angkat, yaitu beli dua bebek, boleh di takeaway, boleh dimakan di sini, itu diskon 40 persen," sambungnya.

Made Gargita menyampaikan, sejauh ini pasar terbesar yang digarap Bali Timbungan adalah masyarakat lokal dan wisatawan nusantara. Okupansi reservasi untuk pelanggan reguler disebut merata, baik saat weekday maupun weekend.

"Kalau wisatawan asing, China ada, Malaysia juga ada. Rata-rata kunjungan tertinggi di Bali Timbungan mencapai 200 orang per hari," ungkapnya.

"Angka itu merata di weekday dan weekend. Apalagi di Bali ini kan tidak ada yang namanya hari libur. Karena di Bali ini, semua hari adalah hari libur bagi wisatawan," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....