Cara Mengenali Kurma Alami dan Kurma Berpemanis
- 04 Mar 2025 12:47 WIB
- Denpasar
KBRN,Denpasar: Kurma menjadi salah satu buah yang paling populer saat bulan Ramadhan. Selain rasanya yang manis dan lezat, kurma juga kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh, seperti karbohidrat, serat, protein, serta mineral penting seperti zat besi, kalium, dan magnesium. Kandungan ini membuat kurma menjadi pilihan yang tepat untuk dikonsumsi saat sahur maupun berbuka puasa karena dapat membantu menjaga pencernaan serta memberikan energi yang cukup selama berpuasa.
Namun, tidak semua kurma yang beredar di pasaran saat bulan puasa adalah kurma alami tanpa tambahan pemanis. Beberapa produsen menambahkan sirup glukosa atau lapisan gula pada permukaan kurma agar terasa lebih manis dan tampak lebih menarik. Padahal, konsumsi kurma berpemanis tambahan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi penderita diabetes. Memilih kurma murni tanpa tambahan pemanis adalah salah satu hal penting untuk menjaga kesehatan selama Ramadhan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui ciri-ciri kurma alami yang lebih sehat untuk dikonsumsi.
Dilansir dari akun Instagram Influencer gaya hidup sehat, Bobby Ida, salah satu cara membedakan kurma alami dengan yang diberi tambahan gula adalah memperhatikan teksturnya. Menurut Bobby, ”kurma tanpa pemanis tambahan biasanya memiliki tekstur lebih padat, keras, dan sedikit berkerut. Sebaliknya, kurma yang telah diproses dengan pemanis cenderung lebih lembek, lengket, dan tampak mengkilap akibat cairan gula yang menempel pada permukaannya”. Selain itu, rasa manis kurma alami berasal dari daging buahnya, bukan dari lapisan luar. ”Jika kurma sudah terasa manis bahkan sebelum digigit, kemungkinan besar kurma tersebut mengandung pemanis tambahan” terang Bobby.
Cara lain untuk mengidentifikasi kurma alami adalah memperhatikan apakah kurma dikerubungi semut. Kurma yang tidak menarik perhatian semut cenderung tidak mengandung tambahan gula, sedangkan kurma yang dikerubungi semut kemungkinan telah diproses dengan pemanis tambahan. Selain itu, saat membeli kurma dalam kemasan, pastikan untuk membaca label lebih teliti. Kurma alami biasanya mencantumkan informasi "tanpa gula tambahan" atau "no added sugar". Jika kemasannya menggunakan dua bahasa, baik Indonesia maupun Inggris, pastikan informasi di kedua label tersebut sesuai dan tidak bertentangan.
Selain itu, bagi yang ingin mengurangi konsumsi gula, sebaiknya memilih varietas kurma yang memiliki kadar gula alami lebih rendah. Beberapa jenis kurma yang lebih sehat untuk dikonsumsi antara lain Deglet Noor, Barhi kering, dan Ajwa. Sebaliknya, kurma seperti Medjool, Sukkari, atau Barhi matang memiliki kadar gula yang lebih tinggi dan sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas, terutama bagi mereka yang ingin menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....