Ini Jenis Ulat yang Bisa Dimakan, Berani Coba?

  • 04 Feb 2025 11:46 WIB
  •  Denpasar

KBRN,Denpasar: Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, termasuk sumber pangan yang unik dan tidak biasa. Salah satu makanan eksotis yang masih dikonsumsi di berbagai daerah adalah ulat. Meski terdengar ekstrem bagi sebagian orang, beberapa jenis ulat di Indonesia ternyata kaya akan kandungan gizi dan aman untuk dikonsumsi.

Dirangkum dari survival, salah satu ulat yang paling dikenal sebagai bahan pangan adalah ulat sagu (Rhynchophorus ferrugineus). Ulat ini hidup di dalam batang pohon sagu yang telah membusuk dan sering ditemukan di wilayah Papua serta Maluku. Masyarakat setempat mengolah ulat sagu menjadi berbagai sajian seperti sate, digoreng, atau bahkan dimakan mentah sebagai sumber protein alami. Berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia dari Kementerian Kesehatan RI, dalam setiap 100 gram ulat sagu mentah mengandung 241 Kal energi, 5,8 gram protein, 21,6 gram lemak, 5,8 gram karbohidrat, serta sejumlah mineral penting seperti kalsium, fosfor, dan zinc.

Selain menjadi sumber protein yang baik, ulat sagu juga memiliki beberapa manfaat kesehatan. Kandungan seratnya membantu meningkatkan pencernaan dan mencegah sembelit, sementara kandungan kalsium dan magnesium berperan dalam memperkuat tulang serta gigi. Bahkan, studi dari Cambridge University tahun 2018 menunjukkan bahwa ulat sagu memiliki sifat antimikroba yang dapat melindungi tubuh dari infeksi. Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi ulat sagu tetap harus dibatasi agar tidak menimbulkan gangguan pencernaan akibat tingginya kandungan protein.

Terdapat pula beberapa jenis ulat lain juga dikonsumsi di Indonesia. Ulat jati (Hyblaea puera), misalnya, sering ditemukan di daun jati dan diolah dengan cara digoreng atau ditumis. Rasanya gurih dengan tekstur renyah, mirip seperti keripik. Ada pula ulat pohon aren, yang memiliki tekstur kenyal dan biasa dimasak dengan cara dibakar atau direbus dengan rempah-rempah. Sementara itu, ulat daun pisang yang hidup di sela-sela daun pisang kerap dijadikan camilan dengan cara digoreng atau dicampur dalam masakan seperti sayur lodeh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....