Kenali Penyakit Kelenjar Tiroid

  • 28 Jun 2024 04:07 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar :


Mengenali kondisi kesehatan pada tubuh sangat perlu untuk diketahui sejak awal sehingga bisa menghindari munculnya komplikasi. Namun, ada beberapa bagian tubuh yang umumnya memang sering luput dari perhatian kita, salah satunya adalah tiroid. Padahal, gangguan tiroid bisa memicu berbagai masalah kesehatan lainnya

Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Bali, dr. IB Aditya Nugraha M Biomed Sp.PD FINASIM, mengatakan kelenjar tiroid merupakan organ yang berada pada bagian depan leher dan termasuk ke dalam sistem endokrin tubuh. Fungsi kelenjar tiroid ini cukup penting karena akan memengaruhi proses metabolisme serta kerja dari beberapa organ tubuh, mulai dari sistem pencernaan, organ reproduksi, hingga jantung.

“Ada dua jenis utama penyakit tiroid, yaitu hipotiroidisme dan hipertiroidisme. Kedua kondisi tersebut dapat terjadi akibat penyakit lain yang memengaruhi cara kerja kelenjar tiroid, Hipertiroid adalah gangguan kesehatan yang terjadi karena kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid secara berlebihan, Kebalikan dari hipertiroid, hipotiroid merupakan kondisi medis yang terjadi akibat rendahnya kadar hormon tiroid di dalam tubuh,”ujarnya dalam dialog Indonesia Bisa Kamis (27/6/2024)

Lebih lanjut dikatakan gejala tiroid akan dialami berbeda-beda oleh pengidapnya. Terdapat beberapa gejala penyakit tiroid berdasarkan jenisnya yang perlu diwaspadai. Penderita hipertiroidisme dapat mengalami gejala berupa tremor, jantung berdebar, berat badan menurun, mudah berkeringat, gangguan tidu, gugup, cemas, dan mudah tersinggung.

“Sedangkan penderita hipotiroidisme dapat mengalami gejala berupa mudah mengantuk dan cepat letih, mudah lupa, mudah merasa kedinginan, kulit dan rambut menjadi kering, rambut mudah rontok, pembengkakan di bagian tubuh dan bisa juga mengalami menstruasi yang lebih banyak dari biasanya,”jelasnya.

Tes fungsi tiroid dilakukan untuk mengukur atau mengetahui seberapa baik kerja dari kelenjar tiroid. Tes fungsi tiroid ini pun dapat dilakukan dengan tes darah hingga pemeriksaan dengan bantuan ultrasound. Deteksi dini gangguan tiroid bisa dilakukan secara mandiri,.

“Salah satunya bisa dilakukan dengan Periksa Leher Anda, sebuah pemeriksaan yang mendeteksi gejala tiroid melalui leher. Periksa Leher Anda dapat dilakukan secara mandiri dengan melihat cermin atau dengan bantuan orang terdekat,”katanya.

Pada kasus benjolan leher, dengan menjalani pemeriksaan tiroid, maka dapat mengetahui jenis, ukuran, bentuk dan yang terpenting adalah sifat benjolan apakah ganas atau jinak. Sehingga, pengobatan lanjutan yang diambil tidak terlambat.

“Langkah pencegahan penyakit tiroid tergantung pada penyebab dan faktor risikonya. Pada intinya, menjaga pola makan dan hidup sehat merupakan kunci utama mencegah gangguan tiroid,”tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....