Gerak Tutup Mulut GTM pada Bayi

  • 13 Jun 2024 07:44 WIB
  •  Denpasar

KBRN. Denpasar : Gerak Tutup Mulut (GTM) yang sering terjadi pada bayi dan balita kini menjadi perhatian pada ahli Kesehatan Anak. Gerak Tutup Mulut sebagai Picky Eating merupakan bentuk gangguan makan yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak.


Fenomena ini dimulai sejak anak memasuki fase Makanan pendamping ASI (MPASI). dr. Diana Putri Veronika mengatakan, Kebiasaan makan yang belum terbentuk karena transisi dari ASI ke MPASI.


"Tekstur makanan yang berbeda dari ASI memerlukan adaptasi cara makan. Faktor kesehatan seperti sembelit, sakit tenggorokan, infeksi atau gangguan menelan," katanya.


Dikatakan dampak Gerak Tutup Mulut-GTM dapat menurunkan status gizi dan kualitas kesehatan, risiko kurang gizi rentan sakit, stunting, dan penurunan kemampuan kognitif. Disarankan untuk mengatasi GTM harus memperkenalkan variasi tekstur dan rasa makanan secara bertahap.


Menghindari paksaan dan menciptakan suasana makan yang menyenangkan. Gangguan sensori paa bayi dan balita seringkali berkaitan dengan GTM.


Hal ini menunjukan pentingnya pendekatan individual dalam mengatasi GTM, dengan mempertimbagkan kebutuhan sensiri setiap anak. Konsultasi dengan dokter anak jika GTM berkepanjangan yang bisa manandakan adanya gangguan makan dini.


"Orang tua dan pengasuh diharapkan peka terhadap tanda-tanda GTM dan gangguan sensori , serta bekerja sama dengan profesional kesehatan untuk mendukung pertumbuhan optimal anak," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....