Yuk, Kenali Keratitis, Terapi dan Komplikasinya
- 19 Feb 2024 14:18 WIB
- Denpasar
KBRN Denpasar: Keratitis adalah kondisi ketika bagian kornea
mengalami peradangan atau infeksi, jenis infeksi mata yang paling sering
dialami oleh orang yang menggunakan lensa kontak. Kondisi ini menyebabkan mata
terasa perih, kemerahan, dan cenderung sensitif terhadap cahaya. Penyebabnya
bisa karena infeksi virus, bakteri, jamur, atau bisa juga karena cedera pada
mata.
Praktisi kesehatan mata Dr. Wayan Gede Dharyata,Sp.M(K) mengatakan kasus yang ringan hingga sedang biasanya dapat diobati secara efektif tanpa ada masalah penglihatan permanen.Tetapi, apabila mengalami mata merah atau gejala lainnya, segera hubungi dokter.
“Jika tidak diobati, atau jika infeksinya parah, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan secara permanen, gejala dan tanda umum keratitis biasanya air mata atau belekan berlebihan pada mata, kesulitan membuka kelopak mata karena nyeri atau iritasi, penglihatan kabur, merasa ada sesuatu di mata, maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter,” ucap Daryata saat dialog Indonesia Bisa, Kamis (15/2/2024).
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena keratitis di antaranya adalah menggunakan lensa kontak dalam waktu lama, terutama saat tidur, dapat meningkatkan risiko terkena keratitis non-infeksi atau pun infeksi. Kekebalan tubuh terganggu akibat penyakit atau obat-obatan juga dapat membuat cenderung terkena kondisi ini. Mengalami cedera mata yang mengakibatkan rusaknya kornea mata juga menyebabkan lebih cenderung mengalami keratitis.
“Analisis laboratorium, dilakukan setelah dokter mengambil sampel air mata atau beberapa sel kornea. Pemeriksaan ini berguna untuk membantu menemukan pengobatan yang tepat. Cara mengobati infeksi mata akibat keratitis yang tergolong ringan adalah dengan menggunakan air mata buatan atau artificial tears, pengobatan ini bekerja dengan cara meningkatkan jumlah cairan pada mata sekaligus mengurangi penguapan air mata. Dengan begitu, rasa perih dan merah di mata akan berkurang secara perlahan,” ujar Daryata.
Daryata menambahkan air mata buatan ini bisa berbentuk obat tetes, salep, atau gel. Pemilihan obat tetes mata juga harus disesuaikan lagi dengan penyebab keratitis yang dialami. Bila kondisi disebabkan oleh jamur, dibutuhkan obat tetes mata yang sifatnya antijamur.
“Untuk mengobati infeksi mata yang tergolong parah, antibiotik minum digunakan untuk mengobati infeksi mata akibat keratitis bakteri yang tergolong sedang hingga berat. Jenis obat ini berfungsi untuk melawan bakteri dan menghilangkan infeksi pada mata. Salah satu langkah penting untuk mencegah kondisi ini adalah memperhatikan penggunaan dan kebersihan lensa kontak, ketika tidak dapat diobati atau menyebabkan kornea rusak permanen, dokter akan menganjurkan transplantasi kornea sebagai jalan terakhir,” tutup Daryata
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....