Sensasi Mual saat Bersalah Nyata Terjadi Menurut Sains
- 04 Okt 2026 05:24 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Rasa tidak nyaman di perut saat menyadari kesalahan ternyata merupakan reaksi biologis tubuh yang terbukti secara ilmiah. Penelitian medis mengonfirmasi adanya keterkaitan langsung antara rasa bersalah yang ditahan dengan penurunan fungsi sistem pencernaan manusia.
Ketika Anda enggan meminta maaf, tubuh secara otomatis mengaktifkan respons stres yang memengaruhi kerja organ dalam tubuh. Studi tahun 2023 oleh Chloe Stewart bersama tim peneliti berhasil memetakan tanda khas penanda rasa bersalah tersebut.
Temuan tersebut menunjukkan peningkatan frekuensi menelan serta penurunan aktivitas sistem pencernaan pada orang yang merasa bersalah. Rasa mual atau mengganjal di perut muncul saat Anda memilih mempertahankan gengsi daripada segera menyelesaikan konflik interpersoal.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, tubuh Anda akan terjebak dalam tekanan psikofisiologis yang memicu gangguan kesehatan kronis. Menurut penjelasan di laman Psychology Today, menahan permohonan maaf dapat memicu distres moral serta perasaan cemas mendalam.
Peneliti VanderWeele dan rekan-rekan pada tahun 2025 mengungkapkan bahwa ketidaksesuaian tindakan dengan nilai moral memicu depresi. Oleh karena itu, mengatasi rasa gengsi dan berani meminta maaf menjadi langkah krusial demi menjaga kebugaran tubuh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....