Hati-Hati Memar Pasca Benturan, Pakar Peringatkan Para Atlet Bahaya Hematoma
- 30 Sep 2026 13:29 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Tahukah Anda bahwa perdarahan yang terperangkap di dalam tubuh atau hematoma bisa berakibat fatal jika menekan organ-organ vital? Ketika darah merembes keluar dan menumpuk di tempat yang salah, memar kecil bisa menjadi awal dari komplikasi hematoma yang berbahaya.
Bagi atlet, adanya benturan saat pertandingan merupakan hal biasa yang dihadapi. Akan tetapi, keselamatan masing-masing atlet harus tetap yang utama. Penanganan pertama saat atlet terkena benturan sangat bergantung pada area tubuh yang mengalami kontak fisik dan tingkat keparahan cederanya.
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr Agil Wahyu Wicaksono, MBiomed, menjelaskan bahwa hematoma pada jaringan otot cukup sering terjadi dalam olahraga yang melibatkan kontak fisik, seperti sepak bola, rugby, dan hoki.
Dilansir dari laman resmi ipd.ac.id, benturan keras dalam pertandingan tidak selalu berhenti pada rasa sakit atau memar biasa. Pada kondisi tertentu, benturan dapat menyebabkan hematoma, yakni penumpukan darah di luar pembuluh darah akibat kerusakan pembuluh darah di jaringan otot. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat menimbulkan pembengkakan, nyeri, hingga mengganggu fungsi otot.
Hematoma adalah kumpulan darah yang terlokalisasi di luar pembuluh darah. Hematom ini terjadi ketika darah keluar dari pembuluh darah arteri, vena, atau kapiler yang mengalami kerusakan dan terkumpul di jaringan otot yang mengalami benturan. Kondisi ini umumnya terjadi akibat benturan yang menyebabkan pembuluh darah arteri, vena, atau kapiler mengalami kerusakan sehingga darah keluar dan terkumpul di jaringan otot.
Menurut dr Agil, hematoma tidak hanya disebabkan oleh benturan langsung. Tarikan atau beban yang terlalu berlebihan juga dapat menyebabkan serabut otot robek sehingga merusak pembuluh darah di dalam otot. Darah yang terkumpul kemudian dapat menimbulkan pembengkakan dan nyeri.
Jika darah terperangkap di dalam lapisan pembungkus otot, tekanan di dalam jaringan dapat meningkat dan berpotensi mengganggu aliran darah serta fungsi otot tersebut. Sebaliknya, apabila pembungkus otot ikut mengalami robekan, darah dapat menyebar ke jaringan di antara otot sehingga memar atau hematom ini terlihat lebih luas.
Atlet juga perlu mengenali tanda hematoma yang masih ringan maupun hematoma yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Menurut beliau, jika bengkak cepat membesar, nyeri semakin berat, anggota tubuh yang cedera sulit digerakkan, terdapat perubahan bentuk, atau kondisi tidak membaik bahkan semakin memburuk, sebaiknya segera diperiksakan ke fasilitas layanan kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....