Prune dan Kepadatan Tulang Perempuan

  • 30 Sep 2026 07:04 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar- Plum kering atau prune lebih sering dikenal sebagai buah yang dikonsumsi untuk membantu pencernaan, tetapi penelitian pada manusia menemukan potensi lain yang cukup menarik. Konsumsi prune selama 12 bulan dalam sebuah uji acak terkontrol dikaitkan dengan terjaganya kepadatan mineral tulang panggul pada perempuan pascamenopause.

Penelitian yang dikenal sebagai Prune Study tersebut melibatkan 235 perempuan pascamenopause dengan usia rata-rata sekitar 62 tahun. Peserta secara acak dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok tanpa prune, kelompok yang mengonsumsi 50 gram prune per hari, dan kelompok yang mengonsumsi 100 gram prune per hari.

Setelah 12 bulan, kepadatan mineral tulang pada panggul secara keseluruhan menurun sekitar 1,1 persen pada kelompok kontrol. Sementara itu, kelompok yang mengonsumsi 50 gram prune per hari mengalami perubahan sekitar minus 0,3 persen, yang oleh peneliti dinilai sebagai pemeliharaan kepadatan tulang dibandingkan kelompok kontrol.

Menariknya, hasil yang sama tidak terlihat secara meyakinkan pada kelompok yang mengonsumsi 100 gram prune per hari. Kelompok tersebut juga memiliki tingkat peserta yang berhenti mengikuti penelitian lebih tinggi, sehingga hasil untuk dosis 100 gram memiliki keterbatasan dalam penilaiannya.

Penelitian lanjutan dari Prune Study kemudian melihat struktur dan perkiraan kekuatan tulang menggunakan pemeriksaan yang lebih terperinci. Hasil yang diterbitkan pada 2024 menunjukkan bahwa konsumsi prune selama 12 bulan mempertahankan kepadatan tulang kortikal dan perkiraan kekuatan tulang pada tulang kering, atau tibia, dibandingkan kelompok kontrol.

Namun, penelitian tersebut tidak berarti prune dapat menggantikan pengobatan atau pasti mencegah osteoporosis dan patah tulang. Peserta penelitian merupakan perempuan pascamenopause dengan karakteristik kepadatan tulang tertentu, sehingga hasilnya tidak dapat langsung digeneralisasikan kepada seluruh kelompok usia atau jenis kelamin.

Ada pula faktor lain yang perlu diperhatikan karena seluruh peserta penelitian memperoleh asupan kalsium dan vitamin D sebagai bagian dari standar penelitian. Dengan demikian, hasil yang ditemukan tidak dapat dipisahkan begitu saja dari keseluruhan pola makan dan intervensi yang diterima peserta selama penelitian.

Temuan tersebut membuat prune menarik untuk dibahas sebagai salah satu bagian dari pola makan yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan tulang, khususnya pada perempuan pascamenopause. Meski demikian, konsumsi buah kering tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan makanan sehari-hari, sementara penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami pengaruhnya pada kelompok masyarakat yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....