Buah Naga dan Fungsi Pembuluh Darah

  • 30 Sep 2026 07:08 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar- Buah naga merah tidak hanya dikenal karena warna dagingnya yang khas, tetapi juga mengandung pigmen alami bernama betalain yang menjadi perhatian dalam penelitian kesehatan. Salah satu penelitian pada manusia menemukan bahwa konsumsi buah naga merah dalam jumlah tertentu dapat memengaruhi beberapa ukuran fungsi pembuluh darah pada orang dewasa sehat.

Penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition pada 2022 tersebut melibatkan 19 orang dewasa muda sehat yang tidak merokok. Peserta secara acak menerima bubuk buah naga merah atau plasebo dengan kandungan gizi yang disesuaikan, kemudian mengonsumsinya setiap hari selama 14 hari.

Bubuk yang digunakan berasal dari keseluruhan daging buah naga dan diberikan sebanyak 24 gram per hari, dengan kandungan sekitar 33 miligram betalain. Peneliti kemudian mengukur fungsi pembuluh darah peserta menggunakan sejumlah parameter, termasuk pelebaran pembuluh darah yang dikenal sebagai flow-mediated dilation atau FMD.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa FMD meningkat setelah konsumsi buah naga pada beberapa pengukuran yang dilakukan dua, tiga, dan empat jam setelah konsumsi. Peningkatan tersebut juga masih terlihat setelah peserta mengonsumsi buah naga selama 14 hari, dibandingkan dengan kondisi setelah menerima plasebo.

Peneliti juga menemukan perubahan pada pulse-wave velocity, yaitu salah satu ukuran yang digunakan untuk menilai kekakuan pembuluh darah. Namun, penelitian tersebut tidak menemukan perbedaan bermakna pada tekanan darah antara kelompok yang mengonsumsi buah naga dan kelompok plasebo.

Temuan tersebut menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi buah naga merah dan beberapa indikator fungsi pembuluh darah, tetapi tidak berarti buah naga telah terbukti mencegah penyakit jantung. Jumlah peserta penelitian juga masih kecil dan seluruhnya merupakan orang dewasa sehat, sehingga hasilnya belum dapat langsung diterapkan pada orang dengan hipertensi atau penyakit kardiovaskular.

Salah satu komponen yang menjadi perhatian peneliti adalah betalain, yaitu pigmen yang memberikan warna merah atau keunguan pada daging buah naga. Meski senyawa tersebut diduga berkontribusi terhadap efek yang diamati, penelitian ini tidak membuktikan bahwa betalain merupakan satu-satunya penyebab perubahan fungsi pembuluh darah.

Bagi masyarakat, hasil penelitian tersebut dapat menjadi tambahan informasi mengenai potensi buah naga sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan sebagai pengganti pengobatan. Penelitian dengan jumlah peserta lebih besar dan melibatkan kelompok dengan kondisi kesehatan berbeda masih diperlukan untuk mengetahui apakah efek yang sama juga berlaku pada populasi yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....