Sopir Taksi Jarang Pikun, Ini Rahasianya!

  • 22 Sep 2026 15:01 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Riset menemukan sopir taksi sangat jarang meninggal akibat Alzheimer. Profesi mengemudi ini melatih otak melakukan navigasi rumit.

Temuan ini dipublikasikan melalui laman The Conversation baru-baru ini. Peneliti menganalisis hampir 9 juta data surat kematian di Amerika.

Sopir taksi dan ambulans memiliki risiko pikun terendah. Angkanya cuma 1 dari 100 orang saja.

Masyarakat umum memiliki risiko lebih tinggi sekitar 1 banding 60. Pengemudi bus dengan rute tetap tidak mendapat efek ini.

Aktivitas mengingat rute jalan secara acak menjadi penentu utama. Otak terus memperbarui peta mental saat kondisi jalan berubah.

Riset ini membuktikan navigasi langsung melatih bagian hipokampus otak. Area hipokampus bertugas mengolah ingatan serta kemampuan arah ruang.

"Navigasi dinamis melatih saraf yang diserang Alzheimer," kata para peneliti. Pekerjaan ini terbukti mempertebal materi abu-abu pada otak manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....