Pentingnya Masyarakat Memahami Deteksi Jantung sebelum Komplikasi
- 21 Sep 2026 08:46 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Deteksi kondisi jantung sebelum muncul komplikasi, menjadi perhatian Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Bali, dalam menyambut Hari Jantung Sedunia (World Heart Day) 2026. Melalui tema “Intip Jantung Sebelum Komplikasi: Aksi Nyata Lindungi Organ Vital”, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, dr. Putu Primeriana Nugiaswari, Sp.JP, FIHA, mengatakan pemeriksaan lebih awal penting dilakukan, karena kelainan jantung dapat ditemukan sebelum seseorang mengalami keluhan.
dr.Nugi menambahkan saat ini keluhan yang berkaitan dengan jantung tidak hanya ditemukan pada kelompok usia lanjut, tetapi juga mulai banyak dijumpai pada usia produktif yang datang dengan keluhan nyeri dada, gangguan irama jantung atau memiliki riwayat penyakit dalam keluarga. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat perlu lebih mengenali faktor risiko, dan tidak menunggu sampai keluhan menjadi berat untuk memeriksakan kondisi jantung.
dr. Nugi menjelaskan bahwa perkembangan pemeriksaan jantung, memungkinkan dokter melihat kondisi organ tersebut melalui sejumlah metode, yang tidak selalu membutuhkan tindakan invasif, sehingga pemeriksaan dapat disesuaikan dengan kondisi pasien.
“Kita sedang merintis untuk melakukan berupa ekokardiografi dulu atau USG jantung, yang kedua CT scan jantung atau CT scan koroner, yang ketiga ada magnetic resonance imaging atau MRI yang khusus untuk jantung, dan yang terakhir nuklir jantung,” ujar dr. Nugi ketika berbincang dalam acara Rahina Ayu di PRO 4 RRI Denpasar.
Ia menambahkan Ekokardiografi digunakan untuk melihat ruang dan fungsi pompa jantung, sementara CT scan jantung atau CT koroner dapat membantu melihat kondisi pembuluh darah koroner. Jika diperlukan, pemeriksaan MRI dan nuklir jantung dapat digunakan untuk membantu mencari penyebab gangguan fungsi jantung, sehingga dokter dapat menentukan penanganan yang sesuai.
dr. Nugi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan sinyal yang muncul dari tubuh, seperti mudah sesak saat melakukan aktivitas ringan, terbangun dari tidur karena sesak dan keringat dingin, jantung berdebar tanpa pemicu yang jelas, serta nyeri dada. Keluhan nyeri dada juga tidak selalu muncul dalam bentuk yang khas, karena pada kelompok tertentu dapat menyerupai gangguan pencernaan atau terasa hingga bagian rahang.
Ia menegaskan, masyarakat yang telah mengetahui adanya faktor risiko seperti gula darah, tekanan darah atau kolesterol yang mulai meningkat sebaiknya tidak menunda pemeriksaan. “Kita tahu diri sendiri lah kalau misalnya sudah ada gulanya meningkat, tensi , kolesterol meningkat, segeralah diperiksakan ke dokter jangan menunggu sampai bertambah parah,” ucap dr.Nugi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....