'Emotional Hangover' Rasa Lelah usai Mengalami Emosi Hebat
- 15 Sep 2026 08:29 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Emotional hangover atau mabuk emosional adalah kondisi kelelahan mendalam yang terjadi setelah peristiwa emosional yang sangat intens atau besar dalam hidup.
- Emosi yang kuat dan intens secara otomatis mengaktifkan sistem saraf tubuh, memaksa tubuh memasuki mode perlindungan diri untuk menyesuaikan respons fisiologis.
- Aktivasi sistem saraf mengakibatkan perubahan pada detak jantung, pola pernapasan, ketegangan otot, tingkat kewaspadaan, dan fokus perhatian sebagai bentuk respons adaptif terhadap situasi yang dihadapi.
RRI.CO.ID, Denpasar - Rasa lelah yang luar biasa, lesu, hingga pengurasan energi secara mendalam kerap kali melanda seseorang tepat setelah melewati peristiwa emosional yang sengit atau peristiwa besar dalam hidup. Kondisi kelelahan pasca-emosional ini dikenal luas dengan istilah emotional hangover atau mabuk emosional.
Dilansir dari ANTARA, psikolog klinis Tracy King memaparkan bahwa munculnya rasa emosi yang sangat besar dan intens secara otomatis akan mengaktifkan sistem saraf tubuh. Aktivasi ini memaksa tubuh memasuki mode perlindungan diri guna secara terus-menerus menyesuaikan tingkat kewaspadaan, detak jantung, pola pernapasan, ketegangan otot, hingga fokus perhatian sebagai bentuk respons penyesuaian terhadap dinamika situasi yang dihadapi.
Penumpukan energi biologis tersebut terjadi pada berbagai bentuk peristiwa emosional. Ketika rentetan peristiwa itu mereda, otak manusia tidak langsung berhenti bekerja melainkan terus memproses dan memutar ulang kejadian (rumination), menginterpretasikan kembali percakapan serta reaksi orang lain untuk mencari makna dari pengalaman tersebut. Proses mental pasca-kejadian inilah yang menyedot cadangan energi psikologis dalam jumlah yang sangat besar.
Menariknya, emotional hangover tidak hanya dipicu oleh emosi negatif seperti pertengkaran atau kesedihan, melainkan juga bisa disebabkan oleh emosi positif yang teramat besar. Profesor ilmu psikologi dari Universitas Arkansas, Jennifer Veilleux, menjelaskan bahwa emosi positif yang meluap-luap mengaktifkan sistem saraf dengan cara yang identik dengan emosi negatif. Upaya mengendalikan, menahan, maupun mengekspresikan emosi tersebut sama-sama memerlukan usaha (effort) yang menguras stamina fisik dan mental. Faktor pendukung seperti kurang tidur, asupan makanan yang tidak memadai, serta lingkungan yang bising juga memperparah kondisi kelelahan tersebut.
Guna mengatasi dan mencegah dampak emotional hangover, para pakar menyarankan untuk membiasakan diri mengekspresikan dan membagikan emosi skala kecil secara berkala agar tidak menumpuk menjadi ledakan emosi yang masif. Selain itu, melakukan perawatan diri secara optimal sebelum dan sesudah peristiwa besar seperti memastikan kecukupan tidur, hidrasi, nutrisi, serta memperlakukan diri sendiri dengan penuh kasih sayang (self-compassion) sangat penting untuk memulihkan kembali daya tahan mental. Jika rasa cemas dan kelelahan mental berlangsung berkepanjangan, berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental sangat direkomendasikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....