Banjar Bisa Jadi Tempat Pertama Mengenali Perubahan Perilaku Warga

  • 14 Sep 2026 07:11 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Lingkungan komunitas terkecil seperti Banjar memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga ketahanan mental masyarakat Bali. Lebih dari sekadar tempat berkumpul dan bermusyawarah, Banjar beserta organisasi sosial di dalamnya dapat menjadi 'radar' terdepan untuk mendeteksi dini perubahan perilaku warga.

Dalam acara Rahajeng Bali pada Kamis, 3 September 2026, Dokter Residen Psikiatri, dr. Nyoman Ari Yoga Wirawan, memaparkan bahwa interaksi rutin dan kedekatan antar warga di tingkat komunitas lokal merupakan modal utama untuk mengenali gejala awal gangguan kejiwaan.

Keberadaan kelompok masyarakat lokal di Bali memberikan ruang interaksi yang memungkinkan warga saling memperhatikan kondisi satu sama lain:

  • Peka Terhadap Perubahan Tetangga : Melalui kegiatan rutin di Banjar, Sekaa Truna Truni (STT), PKK, hingga Subak, warga dapat lebih mudah menyadari jika ada tetangga yang mulai mengurung diri atau mengalami perubahan gaya bicara.
  • Deteksi Dini Gangguan Jiwa: Gangguan kesehatan mental tidak hanya mencakup kondisi berat, tetapi juga tingkat ringan dan sedang. Pengenalan tanda-tanda awal secara cepat sangat penting sebelum masalah berlarut-larut dan memburuk.
  • Penguatan Kapasitas Kader Keluarga: Diperlukan pelatihan singkat yang berkesinambungan dari pihak psikiatri kepada kader-kader pendamping keluarga agar memiliki pemahaman dasar dalam merespons indikasi gangguan jiwa di lingkungan mereka.

Saling peka dan peduli terhadap kondisi orang-orang di sekitar tempat tinggal merupakan kunci penting dalam mewujudkan lingkungan yang sehat secara emosional. Dengan mengoptimalkan fungsi sosial Banjar dan ruang-ruang komunitas, masyarakat dapat saling menopang serta memberikan pertolongan awal yang tepat bagi warga yang membutuhkan penanganan kesehatan mental.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....