Kearifan Lokal Bali dan Upaya Menjaga Kesehatan Mental
- 14 Sep 2026 07:03 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar — Kekayaan kearifan lokal Bali bukan sebatas daya tarik pariwisata, melainkan fondasi dasar yang membentuk ketahanan mental dan kesejahteraan psikologis masyarakatnya. Memelihara nilai-nilai tradisi menjadi langkah krusial agar masyarakat tidak merasa terisolasi saat menghadapi tekanan hidup.
Dalam acara Rahajeng Bali pada Kamis, 3 September 2026, Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, Prof. Dr. dr. Cok B.J. Lesmana, Sp.KJ(K), MARS, menegaskan bahwa kesehatan mental bukan hanya tentang pengobatan gangguan jiwa berat, melainkan bagaimana manusia hidup harmonis di dalam komunitasnya.
Prof. Dr. dr. Cok B.J. Lesmana, Sp.KJ(K), MARS, menyebut penerapan nilai-nilai kearifan lokal Bali dapat membantu menjaga kesehatan jiwa, melalui beberapa aspek utama :
- Penerapan Tri Hita Karana: Konsep Parahyangan (hubungan dengan Tuhan), Pawongan (hubungan antarmanusia), dan Palemahan (hubungan dengan alam) menjadi fondasi psikologis masyarakat dalam merespons dinamika kehidupan.
- Mencegah Isolasi Sosial: Hubungan antarmanusia (Pawongan) yang terjalin erat menciptakan sistem pendukung (support system) lingkungan sekitar, sehingga seseorang tidak merasa berjuang sendirian saat menghadapi masalah.
- Menjaga Keseimbangan Lingkungan: Mengabaikan kelestarian alam (Palemahan) berisiko merusak keseimbangan hidup yang pada akhirnya dapat memicu stres lingkungan dan ancaman keselamatan manusia.
Mengingat tingginya tantangan sosial saat ini, mulai dari kasus perceraian hingga angka gangguan jiwa, penguatan kearifan lokal menjadi langkah pencegahan yang sangat mendesak. Dengan merawat hubungan yang seimbang terhadap Sang Pencipta, sesama manusia, dan alam sekitar, masyarakat Bali dapat membentengi kesehatan mentalnya secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....