Terbangun Gelisah Malam Hari? Ini Penjelasannya!

  • 09 Sep 2026 08:59 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Serangan panik malam hari terjadi tanpa disadari saat penderita sedang tidur lelap, dengan gejala jantung berdebar, berkeringat, dan otot terasa tegang.
  • Data dari Healthline menunjukkan bahwa 20 hingga 45 persen penderita gangguan panik mengalami serangan pada malam hari.
  • Penderita gangguan panik memiliki risiko tiga kali lipat mengalami masalah tidur dibandingkan populasi umum.

RRI.CO.ID, Denpasar - Serangan panik malam hari terjadi tanpa sadar saat Anda sedang tertidur lelap. Kondisi ini memicu jantung berdebar, berkeringat, hingga otot terasa sangat tegang.

Berdasarkan data laman Healthline, sekitar 20 hingga 45 persen penderita gangguan panik mengalami serangan di malam hari. Penderita gangguan panik juga berisiko tiga kali lipat mengalami masalah tidur.

Gejala fisik kecemasan malam meliputi nyeri perut, rahang sakit, hingga sering buang air kecil. Pikiran yang terus berputar membuat tubuh memproduksi hormon adrenalin secara mendadak.

Lonjakan hormon ini membuat Anda sangat sulit untuk kembali tertidur tenang. Akibatnya, kualitas hidup dan performa kerja harian dapat menurun drastis.

Penanganan kondisi ini memerlukan pendekatan medis dan terapi perilaku kognitif (CBT). Dokter mungkin meresepkan obat kecemasan seperti benzodiazepin atau antidepresan jika diperlukan.

Penggunaan suplemen herbal seperti kunyit saffron, akar valerian, atau rosmeri bisa menjadi alternatif. "Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba suplemen herbal," ujar peneliti medis.

Hal ini penting karena suplemen herbal tidak ditiadakan risiko interaksi obat. Penanganan dari ahli medis akan memastikan proses pemulihan berjalan aman.

Jangan ragu mencari bantuan profesional jika gejala kepanikan terus berulang. Tidur yang tenang adalah hak dasar kesehatan fisik dan mental Anda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....