Susah Tidur Malam Hari? Cek Penyebabnya!

  • 09 Sep 2026 08:59 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Pikiran berpacu saat hendak tidur merupakan tanda awal kecemasan malam hari yang menyebabkan tubuh memproduksi adrenalin berlebih.
  • Sekitar 36 persen orang dengan gangguan tidur memiliki masalah kecemasan menurut data dari laman Healthline.
  • Lonjakan gelisah saat kamar mulai hening adalah pengalaman umum yang dialami banyak orang dan bukan merupakan kondisi yang unik.

RRI.CO.ID, Denpasar - Pikiran berpacu saat hendak tidur menjadi tanda awal kecemasan malam hari yang mengganggu. Kondisi ini membuat tubuh memproduksi adrenalin berlebih.

Laman Healthline mencatat sekitar 36 persen orang dengan gangguan tidur memiliki masalah kecemasan. Anda tidak sendirian mengalami lonjakan gelisah saat kamar mulai hening.

Kepanikan malam hari dipicu oleh stres berkepanjangan dan pola tidur yang tidak teratur. Kurang tidur dan rasa cemas saling memperburuk keadaan satu sama lain.

Langkah pertama mengatasi masalah ini adalah merapikan jadwal tidur harian Anda. Usahakan bangun dan tidur di jam yang sama setiap hari.

Olahraga teratur pada pagi hari terbukti meningkatkan kualitas tidur secara signifikan. Hindari konsumsi kafein atau zat stimulan saat mendekati jam tidur.

Teknik napas dalam mampu menurunkan detak jantung dan tekanan darah tinggi. Latihan meditasi sederhana sebelum tidur dapat menenangkan pikiran yang kalut.

Menulis daftar tugas esok hari juga efektif mengurangi beban pikiran Anda. Ciptakan suasana kamar yang nyaman agar tubuh rileks secara maksimal.

Konsultasikan ke dokter jika kecemasan mulai mengganggu aktivitas harian Anda. Penanganan medis tepat akan membantu Anda mendapatkan tidur berkualitas kembali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....