Waspada DBD: Musim Kemarau bukan Berarti Bebas dari Ancaman DBD

  • 31 Agt 2026 20:32 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID..Denpasar - Lonjakan suhu udara dan perubahan perilaku masyarakat saat kekeringan justru menciptakan kondisi ideal bagi penyebaran virus dengue. Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) tetap tinggi dan wajib diwaspadai meskipun di musim kemarau.

Mengapa DBD Meningkat di Musim Kemarau?

Tahukah kamu?, pada musim kemarau, nyamuk justru lebih agresif. Peningkatan suhu udara membuat metabolisme nyamuk Aedes aegypti meningkat, sehingga mereka lebih aktif dan lebih sering menggigit manusia.

Pada musim kemarau, yirus berkembang lebih cepat. Suhu panas memperpendek masa inkubasi ekstrinsik, membuat virus dengue bereplikasi lebih cepat di dalam tubuh nyamuk.

Kelangkaan air bersih memaksa warga menyimpan air dalam wadah atau ember, yang sering kali terbuka dan menjadi sarang empuk bagi nyamuk untuk bertelur.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa nyamuk akan lebih sering menggigit ketika suhu meningkat, sehingga musim kemarau justru dapat meningkatkan potensi kasus DBD. Sementara itu, genangan air di bak mandi, ember, talang air, hingga barang bekas masih menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, hingga minggu ke-17 tahun 2024 tercatat 88.593 kasus DBD dengan 621 kasus kematian di Indonesia. Angka ini mencakup 456 kabupaten/kota di 34 provinsi, dengan kematian terjadi di 174 kabupaten/kota di 28 provinsi. Data ini menunjukkan bahwa DBD masih menjadi ancaman kesehatan yang nyata dan memerlukan kewaspadaan sepanjang tahun.

Kementerian Kesehatan RI menganjurkan masyarakat untuk menerapkan 3M Plus sebagai langkah pencegahan utama DBD:

  • Menguras tempat penampungan air secara rutin.

  • Menutup rapat tempat penyimpanan air.

  • Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air.

  • Plus: menggunakan lotion antinyamuk, memasang kawat kasa atau kelambu, menghindari menggantung pakaian terlalu lama, serta melakukan pemeriksaan jentik nyamuk secara berkala.

Selain 3M Plus, Kementerian Kesehatan juga menyebutkan bahwa vaksin DBD kini sudah tersedia dan telah mendapatkan persetujuan dari BPOM sebagai salah satu upaya perlindungan tambahan. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi DBD.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....