Waspada Obesitas Bikin Sendi Lutut Lebih Cepat Aus

  • 31 Agt 2026 11:04 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Obesitas meningkatkan risiko osteoartritis lutut melalui dua mekanisme: beban mekanis yang berlebihan dan produksi faktor proinflamasi dari jaringan lemak.
  • Osteoartritis lutut adalah penyakit sendi kronis yang mengganggu mobilitas harian dan dapat berkembang dari kondisi obesitas.
  • Dokter spesialis Ihsan Oesman menekankan bahwa peradangan yang dipicu jaringan lemak turut memperburuk kerusakan sendi, bukan hanya akibat beban fisik semata.

RRI.CO.ID, Denpasar - Masalah berat badan berlebih atau obesitas tidak hanya berdampak pada risiko penyakit jantung dan gangguan metabolik. Kondisi ini ternyata juga memaksa lutut bekerja ekstra keras hingga meningkatkan risiko mengalami osteoartritis (OA) lutut, yaitu penyakit sendi kronis yang mengganggu mobilitas harian.

Dokter spesialis bedah ortopedi dan traumatologi, Ihsan Oesman, menjelaskan bahwa kerusakan sendi pada orang dengan obesitas tidak hanya disebabkan oleh beban mekanis yang berlebihan saat berdiri dan berjalan. Jaringan lemak dalam tubuh juga memproduksi faktor proinflamasi yang turut memperburuk kondisi peradangan pada persendian.

Meskipun mengatur pola makan dan rutin berolahraga menjadi fondasi utama penanganan berat badan, hal ini kerap sulit dilakukan akibat rasa nyeri lutut yang membatasi gerak tubuh. Namun, riset menunjukkan bahwa penurunan berat badan sebesar 10 persen saja sudah mampu memberikan perbaikan gejala nyeri serta meningkatkan kemampuan beraktivitas secara bermakna.

Dokter spesialis kedokteran olahraga, Andhika Raspati, turut mengingatkan agar proses penurunan berat badan diimbangi dengan latihan fisik. Langkah ini penting agar massa otot tetap terjaga sehingga terhindar dari efek yo-yo atau penurunan kebugaran akibat hilangnya massa otot.

Bagi penderita obesitas dan nyeri lutut, olahraga disarankan dimulai dari aktivitas fisik berbeban rendah (low-impact) dengan intensitas ringan (start low, go slow). Kombinasi antara latihan kardio aerobik sekitar 150 menit per minggu serta latihan kekuatan otot dua hingga tiga kali seminggu menjadi strategi ideal demi menjaga kesehatan persendian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....