Inggris Resmi Setujui RUU Larang Penjualan Rokok untuk Lahiran 2009 ke Atas
- 27 Agt 2026 12:44 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Parlemen United Kingdom secara resmi menyetujui Tobacco and Vapes Bill yang merupakan langkah dramatis dan bersejarah untuk kesehatan publik.
- Rancangan undang-undang ini melarang individu yang lahir setelah 1 Januari 2009 untuk membeli rokok sepanjang hidup mereka.
- Kebijakan revolusioner ini dirancang untuk menciptakan generasi bebas rokok secara bertahap dan menekan tingginya angka kematian serta penyakit kronis akibat konsumsi tembakau.
RRI.CO.ID, Denpasar - Parlemen United Kingdom (Inggris) mengambil langkah dramatis dan bersejarah demi kesehatan publik. Parlemen setempat secara resmi telah menyetujui Tobacco and Vapes Bill, sebuah rancangan undang-undang yang melarang individu kelahiran setelah 1 Januari 2009 untuk membeli rokok sepanjang hidup mereka, sebagaimana dilaporkan oleh The Guardian.
Kebijakan revolusioner ini ditujukan untuk menciptakan generasi bebas rokok secara bertahap di masa depan. Selain itu, aturan ketat tersebut dirancang untuk menekan tingginya angka kematian serta penyakit kronis yang disebabkan oleh konsumsi tembakau.
Rancangan undang-undang ini akan resmi berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan kerajaan (royal assent). Proses pembahasannya sendiri telah dimulai sejak 5 November 2024 dan berlanjut hingga House of Lords menyetujui perubahan yang diajukan oleh House of Commons.
Melalui regulasi anyar ini, pemerintah Inggris juga mengantongi kewenangan untuk memperluas area larangan merokok di berbagai ruang publik. Area yang bakal terbebas dari asap rokok mencakup lingkungan taman bermain anak, area luar sekolah, hingga kawasan sekitar rumah sakit.
Tidak berhenti di situ, regulasi ini turut membatasi pemasaran vape dan produk nikotin agar tidak menyasar anak-anak guna mencegah kecanduan sejak dini. Meski demikian, aturan ini memicu pro-kontra karena sebagian pelaku industri vape menilai kebijakan ketat tersebut berisiko membuat mantan perokok yang telah beralih ke vape kembali mengonsumsi rokok konvensional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....