Air Bisa Bikin Kulit Kering Makin Parah?

  • 27 Agt 2026 12:48 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Air hangat memicu penguapan air jaringan kulit lebih cepat dibandingkan air pada suhu normal.
  • Paparan air berlebih dari mandi air hangat mengikis produksi minyak alami pada kulit yang berfungsi sebagai pelindung.
  • Kebiasaan mandi air hangat dapat merusak lapisan pelindung kelembapan kulit alami dan mengurangi efektivitas barrier kulit.

RRI.CO.ID, Denpasar - Air hangat ternyata memicu penguapan air jaringan kulit lebih cepat. Kebiasaan ini justru merusak lapisan pelindung kelembapan alami Anda.

Banyak orang percaya mandi air hangat menjadi solusi terbaik untuk menyegarkan tubuh. Namun, paparan air berlebih justru mengikis produksi minyak alami pada kulit.

Kulit manusia membutuhkan seimbang minyak alami untuk menahan penguapan kadar air. Kebiasaan cuci muka terlalu sering membuat tekstur kulit cepat terasa tertarik.

Kondisi kehilangan cairan jaringan ini dikenal luas dengan istilah transepidermal water loss. Fenomena ini membuat lapisan pelindung luar kulit mengalami penurunan fungsi ketahanan.

Laman resmi VeryWellHealth menjelaskan bahwa air murni tanpa pengunci kelembapan dapat mempercepat penguapan. Akibatnya, permukaan luar kulit menjadi jauh lebih cepat mengering.

"Mengguyur kulit dengan air tanpa segera menguncinya memakai pelembap hanya akan mempercepat penguapan kelembapan alami," ujar Dr. Debra Jaliman, dokter spesialis kulit.

Mandi air panas memperlebar pori-pori sekaligus melarutkan lapisan lipid pelindung permukaan. Kebiasaan mandi terlalu lama juga langsung memperburuk iritasi rasa gatal.

Para ahli menyarankan durasi mandi cukup lima hingga sepuluh menit saja. Gunakan selalu air suam-suam kuku untuk menjaga keutuhan benteng pertahanan kulit.

Langkah penguncian kelembapan terbaik harus segera dilakukan dalam waktu tiga menit. Segera usapkan krim pelembap pekat tepat setelah mengeringkan badan dengan handuk.

Pilihlah produk perawatan yang kaya kandungan seramida serta asam hialuronat. Bahan aktif ini bekerja mengunci cairan sekaligus memperbaiki tekstur luar jaringan.

Pemilik kulit sensitif sangat disarankan menghindari sabun berbusa melimpah dan wewangian tajam. Pilih pembersih lembut bebas sulfat agar perlindungan alami tetap terjaga sempurna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....