Kurangi Asupan Gula, Kulit Sehat Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

  • 27 Agt 2026 12:51 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Di balik kulit yang sehat, ada kebiasaan sehari-hari yang juga perlu diperhatikan, mulai dari pola makan, konsumsi gula, aktivitas fisik, hingga cara menyikapi berbagai tren kesehatan dan kecantikan. Kondisi kulit tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang diaplikasikan dari luar, tetapi juga oleh apa yang masuk ke dalam tubuh.

Salah satu kebiasaan yang perlu diperhatikan adalah konsumsi gula. Asupan gula yang berlebihan bukan hanya berkaitan dengan kesehatan tubuh secara umum, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi kulit.

Gula tidak hanya berasal dari gula yang sengaja ditambahkan ke dalam minuman. Minuman manis, kue, pastry, hingga berbagai makanan dan minuman kekinian juga dapat menyumbang asupan gula harian.

Inilah yang kerap disebut sebagai hidden sugar atau gula tersembunyi. Tanpa disadari, seseorang bisa mengonsumsi gula dari berbagai sumber dalam satu hari.

Karena itu, penting untuk lebih cermat dalam memilih makanan dan minuman. Jika sudah mengonsumsi makanan atau buah yang relatif tinggi gula, asupan gula tambahan dari makanan atau minuman lainnya dapat dikurangi.

“Jadi memang dipilih aja, yang sekiranya gula yang kandungannya tidak terlalu tinggi. Misalnya dalam satu hari kita banyak mengkonsumsi buah, yang dimana kandungan gulanya tinggi. Setidaknya dalam gula yang lainnya kita bisa kurangi, kita bisa skip, jadi kita bisa arrange disitu.” Jelas Dokter estetika, dr. Anak Agung Ayu Lie Lhianna Mahendra Putri dalam perbincangan Tropical Skin Survival : "Bebas Kusam Di Cuaca Bali", Rabu 26 Agustus 2026.

Selain gula, konsumsi junk food juga perlu diperhatikan. Makanan cepat saji memang sulit dihindari, terlebih ketika pilihan makanan tersebut mudah ditemukan dan menggoda selera.

Namun, menjaga kesehatan kulit membutuhkan konsistensi dalam memilih makanan. Bukan berarti seseorang sama sekali tidak boleh menikmati makanan favoritnya, tetapi makanan yang bernutrisi sebaiknya lebih sering menjadi pilihan.

Makanan dengan kandungan gula, lemak, atau kalori yang tinggi sebaiknya tidak menjadi menu sehari-hari. Sebaliknya, tubuh membutuhkan pola makan yang lebih beragam dan seimbang agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi.

Menjaga pola makan bukan hanya soal mengetahui mana makanan yang baik dan mana yang kurang baik. Yang tidak kalah penting adalah membangun pola pikir untuk membuat pilihan yang lebih sehat secara konsisten.

Selain itu, perputaran informasi mengenai kesehatan dan kecantikan berkembang sangat cepat di era media sosial. dr. Lhiana menyebutkan berbagai tren konsumsi suplemen dan kombinasi nutrisi pun mudah ditemukan, mulai dari konsumsi zinc, omega-3, vitamin D, astaxanthin, hingga berbagai jenis antioksidan.

Namun, tidak semua tren harus langsung diikuti. Sebelum mengonsumsi produk tertentu, masyarakat perlu lebih kritis dengan melihat komposisi dan dosis yang terkandung di dalamnya. Jangan hanya terpaku pada nama bahan atau angka besar yang tercantum di bagian depan kemasan.

Sebagai contoh, ketika memilih produk omega-3, jangan hanya melihat jumlah fish oil. Perhatikan juga kandungan EPA dan DHA yang terdapat di dalamnya. Hal serupa berlaku untuk berbagai vitamin, mineral, maupun suplemen lainnya.

Membaca label dan memahami kandungan produk menjadi langkah sederhana untuk memastikan apa yang dikonsumsi memang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Mengurangi konsumsi gula, tidak terlalu sering mengonsumsi junk food, memilih makanan bernutrisi, cukup minum, rutin bergerak, serta lebih kritis terhadap tren kesehatan merupakan beberapa langkah yang dapat dilakukan.

Sebelum sibuk mencari skincare terbaru, tidak ada salahnya mulai mengevaluasi kebiasaan sehari-hari. Karena menjaga kulit tetap sehat bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang kita lakukan hari ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....