Bahaya Social Jet Lag Ancam Kesehatan Anda
- 27 Agt 2026 13:09 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Perubahan jadwal tidur saat akhir pekan dapat mengganggu kesehatan fisik dan dikenal sebagai social jet lag.
- Studi dari University of Missouri menemukan bahwa fenomena social jet lag memicu peningkatan rasa nyeri dan depresi.
- Perubahan ritme harian tubuh merupakan mekanisme utama di balik dampak negatif social jet lag terhadap kesehatan.
RRI.CO.ID, Denpasar - Perubahan jadwal tidur saat akhir pekan dapat mengganggu kesehatan fisik Anda. Kondisi berbahaya ini sering dikenal dengan istilah social jet lag.
Studi terkini dari University of Missouri menyoroti dampak buruk fenomena tersebut. Perubahan ritme harian memicu peningkatan rasa nyeri serta depresi.
BACA JUGA:
Penelitian menguji 67 orang dewasa berusia rata-rata 68,3 tahun. Sebanyak 37 partisipan mengidap insomnia dan 30 partisipan tidur nyenyak.
Peneliti mengukur konsistensi lima kegiatan harian selama tujuh hari berturut-turut. Kegiatan mencakup bangun tidur, bersosialisasi, bekerja, makan malam, serta tidur malam.
Jadwal dikatakan teratur jika perbedaan waktu tidak melebihi 45 menit. Penelitian ilmiah ini dipublikasikan dalam Journal of Behavioral Medicine.
BACA JUGA:
Hasil menunjukkan bahwa jadwal yang tidak stabil dapat merusak jam biologis. Ulasan riset ini juga dapat Anda baca pada laman SciTechDaily.
"Setiap aktivitas harian memberikan sinyal penting bagi sistem sirkadian," ucap Tracy. Eunjin Lee Tracy memimpin studi di University of Missouri ini.
Anda sebaiknya mempertahankan jam bangun dan tidur yang sama setiap hari. Langkah mudah ini efektif melindungi stamina serta suasana hati Anda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....