Aftercare Berperan Penting Menjaga Pemulihan Penyintas Adiksi

  • 15 Agt 2026 08:48 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Rehabilitasi bukan menjadi akhir dari perjalanan penyintas adiksi. Setelah menyelesaikan program rehabilitasi, mereka masih membutuhkan pendampingan lanjutan agar mampu mempertahankan perubahan perilaku yang telah dibangun. Tahapan tersebut dikenal sebagai aftercare.

Dalam dialog Pro 2 RRI Denpasar, Pembina Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI) Bali, Erijadi Sulaeman, mengungkapkan risiko kekambuhan tetap dapat terjadi setelah seseorang keluar dari pusat rehabilitasi. Hal itu disebabkan adiksi merupakan penyakit kronis yang dapat muncul kembali ketika penyintas menghadapi berbagai pemicu. Oleh sebab itu, proses pemulihan harus dilakukan secara berkesinambungan.

"Kalau seseorang sudah berhenti dan masuk rehabilitasi, itu bukan jaminan dia tidak memakai lagi. Dia masih bisa kembali mencoba zat adiktif. Karena itulah proses pemulihan harus terus dijaga," tegas Erijadi.

Program aftercare bertujuan membantu penyintas tetap konsisten menjalani kehidupan tanpa narkoba. Pendampingan dapat dilakukan melalui konseling, kelompok dukungan, pembinaan keterampilan, hingga penguatan hubungan dengan keluarga. Upaya tersebut menjadi bekal bagi penyintas dalam menghadapi tekanan dan godaan setelah rehabilitasi.

Erijadi turut menekankan bahwa keberhasilan aftercare tidak hanya bergantung pada penyintas, tetapi juga dukungan masyarakat. Lingkungan yang menerima tanpa stigma akan membantu mereka membangun kembali kepercayaan diri dan menjalani kehidupan yang lebih produktif. Dengan sinergi semua pihak, risiko kekambuhan dapat ditekan dan proses pemulihan berjalan lebih optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....