Adiksi Bukan Sekadar Kebiasaan, tetapi Penyakit Kronis yang Menyerang Otak
- 15 Agt 2026 08:53 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Penyalahgunaan narkoba tidak hanya menyebabkan ketergantungan, tetapi juga berdampak pada fungsi otak seseorang. Karena itu, adiksi telah diakui sebagai penyakit dalam dunia medis yang membutuhkan penanganan berkelanjutan. Pemahaman ini penting agar masyarakat tidak lagi menganggap adiksi sebagai sekadar persoalan kemauan untuk berhenti.
Pembina Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI) Bali, Erijadi Sulaeman, menjelaskan istilah adiksi berasal dari bahasa Inggris addiction yang berarti kecanduan. Menurutnya, penyalahgunaan zat adiktif dapat mengubah cara kerja otak sehingga seseorang sulit mengendalikan keinginan untuk kembali menggunakannya. Kondisi inilah yang membuat proses pemulihan memerlukan waktu dan pendampingan.
"Adiksi itu sebenarnya dari bahasa Inggris addiction atau kecanduan. Dalam medis, adiksi merupakan satu penyakit yang menyerang fungsi otak. Sifatnya kronis, sehingga bisa kambuh kapan saja," terang Erijadi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan sifat kronis pada adiksi membuat peluang kambuh tetap ada meskipun seseorang telah menyelesaikan rehabilitasi. Oleh karena itu, penyintas perlu terus menjaga komitmen untuk hidup bebas dari narkoba. Dukungan keluarga dan lingkungan juga menjadi faktor penting dalam mempertahankan proses pemulihan.
Erijadi menambahkan, masyarakat perlu mengubah cara pandang terhadap penyintas adiksi. Mereka membutuhkan dukungan dan kesempatan untuk bangkit, bukan stigma yang justru dapat menghambat proses pemulihan. Dengan pendekatan yang tepat, peluang penyintas untuk kembali menjalani kehidupan yang produktif akan semakin besar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....