Integrasi Budaya Lokal Mampu Dorong Rehabilitasi Pasien Gangguan Mental

  • 12 Agt 2026 20:36 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar- Pendekatan berbasis kebudayaan dan kearifan lokal di Bali, memiliki peran strategis dalam membantu pemulihan serta rehabilitasi sosial, bagi pasien gangguan mental. Diskusi hangat acara Rahina Ayu di Pro 4 RRI Denpasar Kamis, 6 Agustus 2026, bersama Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bapak Prof. Dr. dr. Cok Bagus Jaya L, SpKJ(K), MARS.,mengulas pentingnya memberikan ruang sosial bagi penderita gangguan mental, untuk kembali berfungsi di tengah masyarakat.

Prof. Cok. Bagus Jaya menjelaskan bahwa kebudayaan Bali menyediakan wadah adaptasi sosial, bagi penderita gangguan mental yang sedang pulih. " Secara budaya kita memberikan ruang itu lewat upacara, lewat peran sebagai pengobat, peran sebagai pembantu dalam upacara, misalnya ngiring menjadi pemangku," ujar Prof. Cok.Bagus.

Ia menambahkan, pemberian kesempatan dalam kegiatan keagamaan atau keandalan dalam prosesi adat, terbukti menaikkan kembali status sosial penderita di mata lingkungan sekitar. Penerimaan positif dari warga sekitar, menjadi dorongan psikologis yang sangat kuat, untuk mempercepat proses rehabilitasi mental.

Terkait intervensi medis, penderita yang membahayakan diri sendiri atau orang lain, diwajibkan menjalani perawatan rawat inap secara intensif. "Jika dirawat inap kami punya kesempatan untuk menangani mereka melalui pemberian obat-obatan, melakukan psikoterapi, dan rehabilitasi," ungkap Prof.Cok.Bagus.

Prof.Cok. Bagus menjelaskan setiap penderita gangguan jiwa, membutuhkan terapi yang disesuaikan dengan karakter pribadi serta latar belakang kebudayaannya. Perlakuan yang sensitif terhadap budaya, terbukti mampu meningkatkan respons positif pasien, terhadap obat dan program psikoterapi yang dijalani.

Penanganan yang cepat dan komprehensif tanpa meninggalkan identitas budaya lokal, diyakini Prof.Cok. Bagus mampu mengembalikan fungsi sosial pasien secara penuh. Keberhasilan rehabilitasi, sangat bergantung pada sinergi antara tindakan medis professional, dan dukungan terbuka lingkungan adat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....